Pemerintah Kabupaten Situbondo Gunakan Indeks Desa 2026 sebagai Kompas Pembangunan
Pemerintah Kabupaten Situbondo memanfaatkan Indeks Desa (ID) 2026 sebagai instrumen komprehensif untuk membaca kondisi wilayah dan menentukan arah pembangunan serta pemberdayaan masyarakat desa. Langkah ini difokuskan pada enam dimensi utama guna mendorong kemajuan daerah secara merata.
Enam dimensi yang menjadi acuan pemutakhiran data tersebut meliputi Layanan Dasar, Sosial, Ekonomi, Lingkungan, Aksesibilitas, serta Tata Kelola Pemerintahan Desa. Pengukuran ini dilakukan untuk memastikan pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, melainkan juga pada kualitas hidup warga.
PIC ID 2026 Kabupaten Situbondo, Fawaid Aziz, menjelaskan bahwa instrumen ini berfungsi sebagai alat pemeta persoalan sekaligus penentu langkah perbaikan di tingkat desa.
"Indeks Desa bukan sekadar angka atau peringkat. Enam dimensi ini menjadi kompas untuk melihat apa yang sudah baik, apa yang masih perlu diperbaiki, dan bagaimana pembangunan desa dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran," ujar Fawaid Aziz, PIC ID 2026 Kabupaten Situbondo.
Menurut Fawaid, seluruh dimensi tersebut saling berkaitan dan pemenuhannya tidak boleh dipandang sebagai target administratif semata demi mewujudkan perubahan nyata bagi masyarakat.
"Kita ingin data Indeks Desa benar-benar menjadi dasar untuk bergerak. Bukan hanya mengejar status, tetapi memastikan masyarakat merasakan perubahan dan manfaat pembangunan secara nyata," kata Fawaid Aziz.
Penguatan tata kelola pemerintahan serta peningkatan pembinaan desa ini berjalan selaras dengan visi afirmasi daerah, yaitu "Situbondo Naik Kelas, Kebersamaan, Adil dan Sejahtera". Fawaid menilai kemajuan tingkat kabupaten sangat bergantung pada perkembangan yang terjadi di seluruh desa.
"Kalau desa-desa kita naik kelas, maka Kabupaten Situbondo juga akan naik kelas. Karena itu, ID 2026 harus kita dorong sebagai gerakan bersama. Pemerintah desa, pendamping, masyarakat dan seluruh stakeholder harus bersinergi," tutur Fawaid Aziz.
Akurasi pemutakhiran data dinilai krusial karena menjadi fondasi utama bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan program yang berdampak langsung kepada warga.
"Data yang akurat menghasilkan perencanaan yang tepat. Perencanaan yang tepat melahirkan program yang berdampak. Dan program yang berdampak inilah yang akan membawa desa serta Situbondo benar-benar naik kelas," pungkas Fawaid Aziz.