Polda Metro Jaya Usut Kematian Sutrimo dan Siapkan Ekshumasi Jasad
Polda Metro Jaya bakal berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah guna menyiapkan proses ekshumasi jasad Sutrimo. Langkah ini dilakukan untuk mengusut kasus kematian korban yang ditemukan di depan sebuah klinik kecantikan kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dilansir dari Detikcom.
"Polda Metro Jaya akan koordinasi dengan Polda Jateng," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (10/8/2026).
Kepolisian saat ini tengah mematangkan pembentukan tim ahli. Jadwal pasti pelaksanaan pembongkaran makam tersebut masih menunggu kepastian lebih lanjut dari pihak penyidik.
"Termasuk menyiapkan tim untuk ekshumasi dalam waktu dekat," ujarnya.
Langkah pembongkaran kuburan ini diambil atas permintaan pihak pelapor. Penyelidik kepolisian memerlukan tindakan medis medis forensik ini untuk memperjelas penyebab kematian korban secara empiris.
"Sehingga penyelidikan pihak kepolisian diharapkan untuk melakukan ekshumasi. Nanti kami akan menyampaikan secara bertahap terkait laporan tersebut," kata Budi.
Sebagai bagian dari rangkaian pembuktian, pihak penyidik mengagendakan pemeriksaan tenaga medis dari RS Muhammadiyah Taman Puring pada pekan depan. Pemanggilan ulang harus dilayangkan akibat tim dokter yang menangani pertama kali sempat absen pada pemeriksaan sebelumnya.
"Minggu depan kami masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter Rumah Sakit Muhammadiyah yang menangani pertama kali pada saat pasien datang ke rumah sakit," imbuhnya.
Pemeriksaan terhadap tenaga medis bertujuan mendalami isu mengenai dugaan adanya busa pada mulut korban saat ditemukan. Penyidik juga tengah mencocokkan berbagai bukti visual berupa foto, rekaman video ambulans, hingga CCTV di sekitar lokasi kejadian.
"Mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar atau tidak itu merupakan sosok almarhum S. Termasuk video-video yang beredar mengenai ambulans, keranda jenazah yang dibawa, serta rekaman CCTV. Ini kan harus ditemukan persesuaiannya oleh teman-teman penyidik," kata Budi, Jumat (31/7/2026).
Sebelumnya, korban ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7/2026) sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia. Informasi yang beredar menyebutkan korban diduga merupakan Kepala Rumah Tangga dari mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, namun polisi masih memverifikasi latar belakang tersebut.