Kisah Theo: Bayi Pertama Inggris yang Jalani Operasi Rahim

Share

Mendengar kabar bahwa buah hati di dalam kandungan memiliki kondisi medis tertentu selalu menjadi momen yang mengkhawatirkan bagi setiap orang tua. Perasaan itulah yang membayangi Maisie Savage saat menjalani pemeriksaan USG rutin, di mana dokter menemukan bahwa bayi laki-lakinya mengidap gastroschisis, sebuah kelainan langka yang menyebabkan sebagian usus berkembang di luar tubuh.

Namun, perjalanan medis bayi bernama Theo ini membawa babak baru bagi dunia kedokteran. Untuk pertama kalinya dalam sejarah medis Inggris, seorang bayi dengan kondisi gastroschisis berhasil menjalani prosedur operasi perbaikan saat masih berada di dalam rahim ibunya.

Dua Puluh Minggu yang Mengubah Segala Hal

Kehamilan Maisie awalnya berlangsung tanpa hambatan. Perubahan besar terjadi ketika ia menjalani pemeriksaan anatomi pada usia kehamilan 20 minggu. Dokter mendeteksi adanya celah kecil di dekat pusar janin yang menyebabkan usus keluar dari rongga perut.

Pada kondisi normal, organ dalam janin terlindungi rapat di dalam dinding perut. Namun pada kasus gastroschisis, usus yang keluar berisiko terpapar cairan ketuban secara terus-menerus selama masa kehamilan. Paparan ini berpotensi memicu peradangan, pembengkakan, hingga gangguan fungsi pencernaan permanen.

Situasi tersebut membawa ketakutan besar bagi Maisie dan pasangannya. Secara umum, bayi yang lahir dengan kondisi ini harus segera dilarikan ke ruang operasi beberapa saat setelah persalinan serta membutuhkan perawatan intensif jangka panjang. Di tengah kecemasan itu, tim medis menawarkan opsi yang tergolong sangat langka: melakukan tindakan bedah sebelum si bayi terlahir ke dunia.

Tindakan Medis Inovatif di Dalam Rahim

Saat usia kandungan memasuki 26 minggu, Maisie terbang ke Amerika Serikat untuk menjalani prosedur intervensi janin di Texas Children's Hospital sebagai bagian dari penelitian klinis. Tim dokter menerapkan teknik bedah minimal invasif atau keyhole surgery.

Menggunakan instrumen khusus, para ahli bedah memasukkan kembali usus Theo ke dalam rongga perutnya yang masih berkembang di dalam rahim. Prosedur inovatif ini mengadaptasi teknik yang biasa digunakan untuk penanganan spina bifida, yakni penutupan celah tulang belakang janin pada rentang usia kehamilan 19 hingga 26 minggu.

Langkah ini menjadi pencapaian penting dalam bidang kedokteran janin (fetal medicine). Intervensi dini ini menggeser paradigma lama dari sekadar menunggu bayi lahir menjadi tindakan aktif memperbaiki kelainan organ sedini mungkin.

Beberapa bulan pascaoperasi, Theo lahir dalam kondisi stabil pada bulan Februari di Texas. Ia mampu menyusu dengan baik dan hanya memerlukan beberapa hari perawatan rumah sakit sebelum diizinkan pulang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author