BMKG Prakirakan Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan hingga Berawan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan cuaca di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi didominasi kondisi cerah berawan hingga berawan pada Senin, 10 Agustus 2026.
Kondisi berawan berpotensi terjadi di Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, serta sejumlah wilayah Jawa Barat dan Banten.
Berdasarkan pantauan harian BMKG, kondisi cuaca berawan dilaporkan terjadi di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Bekasi, dan Kota Depok. Wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan juga diprakirakan mengalami kondisi serupa, sedangkan Kabupaten Bekasi berpotensi cerah berawan.
Khusus di wilayah DKI Jakarta, sebagian besar area diprakirakan cerah berawan pada pagi hari pukul 07.00 WIB, kecuali Kepulauan Seribu yang mengalami langit berawan tebal. Memasuki pukul 10.00 WIB, Jakarta Pusat diprediksi cerah, sementara wilayah Jakarta lainnya bertahan dalam kondisi cerah berawan.
Pada siang hari sekitar pukul 13.00 WIB, wilayah Jakarta Barat berpotensi cerah. Memasuki sore hari pukul 16.00 WIB, Jakarta Selatan diperkirakan berawan tebal dan Kepulauan Seribu cerah, sedangkan wilayah lainnya bervariasi antara cerah berawan dan berawan.
Memasuki malam hari pukul 19.00 WIB, kondisi cerah berawan hingga berawan menyelimuti Jakarta sebelum seluruh wilayah diprakirakan berawan penuh pada pukul 22.00 WIB.
Prakiraan ini melanjutkan tren cuaca akhir pekan sebelumnya. Pada Sabtu, 8 Agustus 2026, suhu di Jakarta sempat mencapai 35 derajat Celsius di Jakarta Selatan, sebelum didominasi cuaca berawan pada Minggu, 9 Agustus 2026 dengan rentang suhu 27 hingga 34 derajat Celsius dan kelembapan 40-74 persen.
BMKG juga mengingatkan dinamika fenomena El Nino 2026 yang telah aktif dan berpotensi mencapai level sangat kuat. Kondisi tersebut memicu musim kemarau yang lebih kering serta berdurasi lebih panjang di sebagian besar wilayah Indonesia, sehingga memicu risiko kekeringan dan membutuhkan langkah mitigasi secara nasional.