Maldini Ungkap Alasan Mundur dan Veto Malago Terhadap Pirlo
Rencana perombakan total struktur sepak bola Italia memicu perselisihan internal yang berujung pada pengunduran diri Paolo Maldini dari jabatannya sebagai koordinatore teknis FIGC setelah bertugas selama 16 hari. Langkah mundur tersebut diambil usai Presiden FIGC Giovanni Malagò memveto pencalonan Andrea Pirlo sebagai pelatih tim nasional.
Penolakan terhadap Pirlo mencuat setelah namanya dikaitkan dengan kontrak komersial bersama perusahaan taruhan asal Rusia. Situasi itu memicu kritik publik hingga membuat Pirlo mundur dari bursa calon pelatih pelatnas.
Maldini mengungkapkan kronologi awal keterlibatannya dalam proyek federasi tersebut saat diwawancarai media setempat.
"Malagò menghubungi saya saat Paskah dan berkata, 'Ada kemungkinan saya menjadi presiden FIGC; kamu adalah orang yang ingin saya ajak.' Saya menyatakan kesediaan. Setelah itu saya tidak mendengarnya lagi.
Sehari sebelum pemilihan, dia menghubungi saya kembali: 'Besok ada pemungutan suara, peluangnya bagus, saya ingin kamu bergabung.' Dia meminta saya menjadi presiden Club Italia. Ini bukan hanya tentang membangkitkan Timnas, melainkan merombak total sepak bola Italia," kata Paolo Maldini, Mantan Koordinatore Teknis FIGC.
Proyek pembenahan tersebut sejatinya dirancang untuk jangka panjang dengan mengadopsi sistem pembinaan dari beberapa negara Eropa, termasuk Swis.
"Di Liga saya memaparkan proyek kami yang berfokus pada dua jalur berbeda. Pembenahan sepak bola Italia membutuhkan waktu. Membentuk talenta baru dan mentalitas baru adalah proses panjang.
Hal itu menuntut terciptanya gerakan baru yang melibatkan seluruh komponen federasi. Lalu (…) dalam waktu kurang dari dua bulan kita bertanding melawan Belgia, Turki, dan Prancis untuk Nations League. Kita harus mempersiapkan masa depan sekaligus tampil baik hari ini, serta kembali menang," ujar Paolo Maldini, Mantan Koordinatore Teknis FIGC.
Maldini menegaskan bahwa estimasi durasi pembenahan selama delapan hingga sepuluh tahun didasarkan pada kalkulasi matang.
"Ini satu-satunya poin yang memicu skeptisisme di Liga. Namun ini adalah estimasi waktu yang kami hitung berdasarkan pengalaman bukan hanya negara besar seperti Inggris, Prancis, dan Spanyol, tetapi juga negara lain yang telah merombak sepak bola mereka, seperti Swis. Restrukturisasi membutuhkan seluruh komponen untuk saling berbicara dan membantu," kata Paolo Maldini, Mantan Koordinatore Teknis FIGC.
Terkait penunjukan pelatih kepala, Maldini mengklaim adanya komitmen awal yang akhirnya dilanggar oleh pihak federasi.
"Dia menjawab saya: 'Pelatih ditentukan oleh kalian, dan saya akan menyetujuinya.' Itu kesepakatannya. Namun dinamika yang terjadi membuat hal tersebut berubah," ujar Paolo Maldini, Mantan Koordinatore Teknis FIGC.
Mengenai isu keterikatan Pirlo dengan sponsor taruhan Rusia, Maldini menilai tuduhan tersebut memunculkan persepsi yang berlebihan di publik.
"Pirlo bersedia mengakhiri hubungan dengan perusahaan taruhan Rusia tersebut. Dia orang yang sangat jujur dan tidak pantas menerima keributan ini. Mereka memunculkan kode etik dan regulasi martabat. Namun jika ada keinginan kuat untuk mengontraknya sebagai pelatih, tidak ada hambatan hukum yang menghalangi," kata Paolo Maldini, Mantan Koordinatore Teknis FIGC.