Samsung Galaxy Z Fold 8 Mengusung Sensor Pemindai Sidik Jari Samping

Share

Penggunaan Samsung Galaxy Z Fold 8 selama beberapa pekan menunjukkan bahwa sensor pemindai sidik jari di bagian samping bodi menawarkan kepraktisan dan keandalan tinggi untuk membuka kuncian ponsel pintar.

Perangkat lipat seharga 1.900 dolar AS tersebut menempatkan sensor sidik jari terintegrasi dengan tombol daya di sisi kanan bodi. Posisi ini tetap konsisten dan dapat diakses baik saat ponsel dalam kondisi terlipat maupun dibentangkan.

Mekanisme pemindaian tersebut bekerja secara otomatis saat tombol daya ditekan. Selain untuk membuka kuncian layar, pemindai ini berfungsi memverifikasi transaksi pembayaran digital serta mengonfirmasi identitas saat mengubah pengaturan tertentu.

Sensor samping dinilai lebih praktis karena ibu jari dapat langsung menempel saat ponsel diangkat. Sebaliknya, pemindai di bawah layar sering kali memerlukan penekanan tombol daya terpisah atau ketepatan posisi jari yang lebih rumit saat diambil.

Kendala kecil ditemukan saat pengguna membawa ponsel berolahraga lari, di mana posisi ibu jari yang memegang bodi berisiko memicu pembukaan kuncian secara tidak sengaja.

Sebagian besar produsen smartphone saat ini lebih memilih teknologi pemindai sidik jari di bawah layar. Namun, sensor di bawah layar sering kali mengalami penurunan akurasi jika kondisi jari basah atau kotor, terutama pada perangkat kelas menengah dan terjangkau.

Penerapan sensor samping juga dihadirkan pada perangkat tablet seperti Samsung Galaxy Galaxy Tab S10 FE. Keberadaan variasi pemindai sidik jari di sisi samping atau belakang dianggap tetap relevan untuk memenuhi kebutuhan preferensi pengguna yang beragam.

Samsung Galaxy Z Fold 8 sendiri dibekali dapur pacu Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Ponsel ini menggunakan layar Dynamic AMOLED 2x 120Hz berukuran 7,6 inci saat dibuka dan 5,5 inci saat terlipat, serta didukung opsi RAM 12GB atau 16GB.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author