Kebakaran TNBTS meluas, 500 hektare lahan hangus
Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru terus meluas hingga meliputi sekitar 500 hektare lahan, menurut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Api didominasi alang-alang di area savana dan dipadamkan lewat kombinasi personel serta helikopter water bombing.
Dalam sehari, lahan seluas 250 hektare hangus terbakar. Emil menyebut tambahan lahan sekitar 250-an hektare terjadi sejak kemarin hingga tadi pagi, sementara sebagian titik sudah padam.
Emil mengatakan, lahan yang terbakar didominasi alang-alang yang mudah terbakar dan menyebar karena angin.
"Memang yang terbakar ini daerah savana, alang-alang yang sangat mudah terbakar, dan kebakaran ini pun terjadi di malam hari. Nah, saat sudah padam ini, ada personel dari berbagai unsur, dari TNI Angkatan Darat, dari Kodim, juga dari Polres, dan juga dari Kementerian Kehutanan melalui Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan dari BPBD provinsi dan BPBD kabupaten. Yang diterjunkan adalah Damkar, personil lapangan, serta kendaraan tangki air." ujar Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur.
Selain upaya di darat, BNPB bersama Pemprov Jatim terus mengencarkan water bombing menggunakan helikopter di titik yang masih menyala, termasuk pemadaman titik api kecil serta pendinginan langsung.
"Ini yang kemudian melakukan kombinasi pemadaman menggunakan helikopter di titik yang masih ada apinya, dan juga untuk melakukan pemadaman di titik-titik api kecil serta pendinginan di lapangan langsung." beber Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur.
Emil menjelaskan operasi menyasar area sekitar B29 dan Watangan di sisi paling barat seluas sekitar 500 hektare, serta satu titik api lain di Penanjakan yang berada jauh dari area tersebut.
"Nah, di Penanjakan ini terjadi api yang saat ini juga menjadi sasaran operasi dari helikopter water bombing." tambah Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur.
Emil menyebut pengambilan air dilakukan dari Ranu Regulo dan pada pagi hari satu titik di B29 sudah dilakukan water bombing. Tiga unit helikopter akan fokus menangani dua titik, sementara tambahan personel bergerak di darat pada titik Penanjakan agar area itu tidak meluas.
"Tadi pagi sekitar jam 08.00, satu titik di B29 sudah dilakukan water bombing, dan setelah ini akan dilakukan water bombing dari air yang diambil di Ranu Regulo di Penanjakan." Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur.
Menurut Emil, fokus berikutnya adalah mematikan api di Penanjakan serta menangani hamparan 500 hektare dari Watangan di barat hingga Pundak Lembu di timur sesuai arahan Gubernur.
"Jadi kita fokus segera mematikan yang di Penanjakan, dan kemudian fokus bagaimana yang 500 hektare dari barat di Watangan sampai ke timur di Pundak Lembu B29 ini bisa ditangani. Sesuai dengan arahan Ibu Gubernur, dua helikopter setelah ditambah lagi dengan satu unit helikopter water bombing." tandas Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur.
Penanganan kebakaran juga berdampak pada akses wisata. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup sementara seluruh akses masuk ke Kaldera Bromo dari Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo, meski pengunjung masih dapat melihat kawah dari Cemoro Lawang atau Penanjakan 1 Wonokitri.
Kepala BB-TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan penutupan seluruh pintu dilakukan untuk keselamatan pengunjung dan membatasi akses hingga situasi memungkinkan dibuka kembali.
"Kita putuskan semua pintu ditutup karena memperhatikan keselamatan pengunjung dan membatasi akses sampai situasi memungkinkan untuk dibuka kembali." ujar Rudijanta Tjahja Nugraha, Kepala BB-TNBTS.
BB-TNBTS, demikian dilansir dari Detik Travel, juga memberi opsi penjadwalan ulang hingga akses dibuka kembali serta pengajuan refund tiket bagi wisatawan yang sudah membeli tiket masuk.