Febby Rastanty dan Rangga Azof Bintangi Sinetron Biarkan Hati Bicara
Aktris Febby Rastanty kembali menghiasi layar kaca dengan membintangi sinetron terbaru SCTV berjudul Biarkan Hati Bicara bersama aktor Rangga Azof dan Rendi John. Sinetron ini menceritakan kisah perjuangan Arina, seorang perawat tegar yang terlibat konflik asmara dan trauma masa lalu.
Dalam wawancara daring pada Rabu (5/8/2026), para pemeran membagikan kisah di balik pendalaman karakter mereka. Febby Rastanty mengungkapkan alasannya menerima peran sebagai Arina yang berprofesi sebagai tenaga medis.
"Biasanya aku memainkan peran perempuan tertindas dan menangis, tapi karakter Arina ini berani," kata Febby Rastanty, aktris pemeran Arina.
Guna mendalami profesinya sebagai perawat, aktris berusia 30 tahun ini melakukan riset serta mendapatkan pendampingan langsung dari tenaga kesehatan di lokasi syuting agar setiap tindakan medis terlihat akurat.
"Aku mendapat pendampingan langsung dari tenaga kesehatan saat proses syuting agar setiap tindakan medis yang dilakukan itu yang benar-benar seperti," ungkap Febby Rastanty.
Proses pendalaman karakter tersebut memberi kesan mendalam bagi Febby dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
"Enggak boleh menyerah selama yang kita yakini itu benar," ujar Febby Rastanty.
Febby menambahkan bahwa hubungan kerja sama antar pemain berjalan sangat lancar karena sudah sering berada dalam proyek yang sama sebelumnya.
"Saya pribadi sudah beberapa kali bekerja sama dengan Azof maupun Rendi dalam proyek sebelumnya sehingga tidak lagi merasa canggung saat harus membangun kedekatan sebagai lawan main," ujar Febby Rastanty.
Di sisi lain, Rangga Azof memerankan karakter Fico, seorang pria temperamental dengan masa kecil yang kelam akibat kehilangan ibunya.
“Karakter Fico itu masa kecilnya cukup menyedihkan karena dia ditinggal sama ibunya. Dan dia harus hidup di satu keluarga yang benar-benar tidak mendapatkan support yang baik, positif sepeninggalan ibunya," ucap Rangga Azof, aktor pemeran Fico.
Karakter Fico yang sering tantrum memiliki sisi penyayang yang diturunkan dari almarhumah ibunya, yang terlihat saat ia menolong Arina.
“Makanya dia menjadi pribadi yang sering tantrum dan dendam di dalam hatinya. Tapi ada sedikit beberapa ajaran dari ibunya untuk menjadi pria yang baik,” jelas Rangga Azof.
Rangga Azof menilai sifat Fico yang protektif muncul dari dorongan kenangan terhadap sosok sang ibu.
“Fico tuh sebetulnya penyayang banget karena dia emang sangat mengidolakan ibunya kan. Patokan dia tuh di ibunya untuk secara karakter. Tapi dia dibangun oleh bapaknya.
Dia besar bersama bapaknya. Tapi dibuat secara karakter tuh dapatnya dari ibunya. Makanya ada beberapa scene ketika dia ngelihat Arina itu kesusahan atau jatuh dan harus dibopong.
Nah, itu dia kayak ngerasa karakter ibunya tuh terpanggil untuk membantu," jelas Rangga Azof.
Dari peran ini, Rangga Azof memetik pelajaran berharga mengenai pentingnya fondasi pengasuhan orang tua kepada anak sejak dini.
“Kita sebagai anak emang gak bisa memilih siapa orang tua kita. Tapi yang pasti nilai-nilai kehidupan yang baik, bagus, dan penting emang harus ditanamkan sejak dini. Karena seperti apa yang dia alami sama Fico. Dia besar bersama bapaknya, tapi dia tumbuhkan oleh ibunya," ujarnya.
Rangga Azof melanjutkan refleksinya terkait pentingnya nilai moral dalam keluarga.
"Jadi, karakter yang kuat itu menjadi fondasi baik untuk anak-anak. Ini bagus untuk parenting para bapak dan ibu kepada anaknya. Karena suatu hari nanti kan anaknya bakal dilepas. Dan itu bakal menjadi pegangan buat si anak menjadi karakter yang baik untuk orang-orang di luar sana gitu,” ucap Rangga Azof.
Selain pembelajaran mengenai pola pengasuhan, ia menekankan pentingnya sikap ikhlas dalam menjalani takdir kehidupan.
“Kita harus tetap menjalani suatu hubungan yang sebenarnya emang udah ditentukan sama Tuhan. Kita tuh tidak boleh menyangkal ‘itu harusnya milik gue’ gitu loh. Kita gak boleh namanya menyalahkan takdir dan segala macam. Karena yang saya tahu kita tidak boleh memaksakan suatu kehendak yang nantinya akhirnya juga kita bakal tinggalin,” ucap Rangga Azof.
Rangga Azof mengulangi penekanannya terkait penerimaan takdir yang dihadapi oleh karakter-karakternya dalam cerita.
“Kita harus tetap menjalani suatu hubungan yang sebenarnya emang udah ditentukan sama Tuhan. Kita tuh tidak boleh menyangkal ‘itu harusnya milik gue’ gitu loh. Kita gak boleh namanya menyalahkan takdir dan segala macam. Karena yang saya tahu kita tidak boleh memaksakan suatu kehendak yang nantinya akhirnya juga kita bakal tinggalin,” ucap Rangga Azof.
Rangga Azof menambahkan pandangannya mengenai sisi emosional karakter Fico yang penuh dinamika.
“Fico sebenarnya sangat penyayang. Dia selalu teringat ajaran ibunya untuk menjadi laki-laki yang baik. Saat melihat Arina kesusahan, sisi baik itu muncul meski di dalam dirinya masih ada dendam yang besar,” ujar Rangga Azof.
Sementara itu, Rendi John memerankan sosok Reno yang harus merelakan tunangannya, Arina, menempuh takdir pernikahan bersama saudara tirinya, Fico. Karakter Reno digambarkan menyimpan konflik internal mendalam terhadap sang ayah dan Fico.
“Reno juga menyimpan konflik dengan sang ayah dan Fico yang dianggap telah menghancurkan kehidupan keluarganya,” jelas Rendi John, aktor pemeran Reno.
Sinetron Biarkan Hati Bicara menayangkan dinamika alur cerita tersebut setiap hari di SCTV mulai pukul 21.20 WIB.