Biksu Thudong Naik Bus ke Jogja Usai Lintasi Klaten

Share

Rombongan biksu yang tengah menjalani ritual thudong dengan berjalan kaki dari Bali menuju Candi Borobudur terpantau berganti moda transportasi menggunakan bus saat berada di Klaten, Jawa Tengah.

Peristiwa ini bermula ketika 58 biksu tersebut melaksanakan prosesi Pindapata untuk menerima sedekah dari umat di sekitar Wihara Bodhivasma, Jalan Mayor Kusmanto, sejak pukul 07.30 WIB, dilansir dari Detik Travel.

Setelah beristirahat di vihara, para biksu dilepas oleh Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, sekitar pukul 09.00 WIB untuk melanjutkan perjalanan menuju Yogyakarta.

Rombongan sempat berjalan kaki melewati rute Jalan Mayor Kusmanto, Jalan Pemuda, hingga Jalan Dr Soeradji Tirtonegoro, sebelum akhirnya naik ke dalam bus di area Taman Makam Pahlawan Tegalyoso.

Ketua Koordinator Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta Indonesia Walk for Peace 2026, Wiryo Alex Fernando, memaparkan bahwa rangkaian agenda pada hari itu memang dimulai dengan Pindapata dan dilanjutkan pelepasan resmi.

Menurut penjelasan Alex, para biksu hanya berjalan kaki sampai Taman Makam Pahlawan Ratna Bantala Tegalyoso karena harus mengejar waktu pertemuan dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Raja Keraton Jogja, Sultan Hamengku Buwono (HB) X.

"Kenapa harus menggunakan bus, karena waktu yang telah ditentukan oleh Ngarsa Dalem (Sultan Hamengku Buwono X) itu jam 15.00 WIB. Jadi untuk terus jalan kaki kiranya tidak nyandak (tercapai waktunya) untuk sampai di bangsal Kepatihan Keraton Yogyakarta," kata Alex, Senin (26/5/2026).

Alex merinci bahwa aksi jalan kaki keagamaan ini diikuti oleh total 58 biksu yang berasal dari empat negara berbeda di kawasan Asia Tenggara.

"Total ada 58 biksu dari empat negara, yaitu Malaysia, Thailand, Laos dan Indonesia. Dari Thailand ada 47 biksu, dari Laos ada dua orang, Malaysia ada empat dan sisanya dari Indonesia," kata Alex.

Sebelum tiba di Klaten yang menjadi etape terakhir di wilayah Jawa Tengah, para biksu tercatat sudah bermigrasi sejauh hampir 400 kilometer dari titik awal di Singaraja, Bali.

"Ini etape terakhir sebelum masuk wilayah Yogyakarta dan berakhir di Candi Borobudur, Magelang. Tujuan utama untuk menguatkan Bhinneka Tunggal Ika, kita di Indonesia ini berbeda-beda tapi tujuannya sama, yaitu menjaga kedamaian, berdamai dengan diri sendiri, lingkungan, negara dan lainnya," pasar Alex.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh biksu atas nama masyarakat setempat.

"Dengan kegiatan jalan yang mungkin dianggap sepele tapi bisa menjadi gerakan besar dan menunjukkan kepada dunia bahwa dunia ini layak untuk saling hidup berdampingan meskipun semua berbeda-beda," katanya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author