Komnas Anak DKI Jakarta Gelar Diskusi Tekan Perundungan
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak) DKI Jakarta menggelar diskusi anak untuk menekan angka perundungan dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Jakarta Timur pada Minggu (9/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Langkah tersebut diambil karena Komnas Anak menilai tren kasus perundungan di kalangan anak-anak terus menunjukkan peningkatan hingga menjangkau siswa kelas 1 Sekolah Dasar (SD).
Wakil Ketua Umum Komnas Anak Lia Latifah memberikan penjelasan terkait lonjakan tren kekerasan fisik maupun verbal di lingkungan anak-anak tersebut.
"Jadi kami melihat di Komnas Perlindungan Anak ini memang tren bullying itu semakin hari semakin meningkat," jelas Lia Latifah.
Lia mengungkapkan bahwa kebiasaan bermain gim menjadi salah satu pemicu utama maraknya perundungan akibat paparan bahasa kasar dan aksi kekerasan di dalamnya.
"Ya, gim yang tidak pernah bisa dihentikan. Sebetulnya gim itu yang membuat anak-anak akhirnya mempunyai perilaku, yang mempengaruhi perilaku anak-anak hari ini. Makanya kita susah sekali untuk menghentikan gim, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan. Karena tanpa sadar, lewat gim yang mereka mainkan, ada kata-kata kasar, makian, perkelahian, bahkan di sana juga anak-anak diajarkan pembunuhan," ungkap Lia Latifah.
Ia menyoroti keterlibatan anak usia dini dalam aksi perundungan serta mendorong keterlibatan aktif orang tua dan pendidik untuk memperkuat mental anak.
"Bahkan anak kelas 1 SD sudah tahu bagaimana caranya mem-bully. Nah, mereka tidak tahu dampaknya ketika ada anak yang menjadi korban, itu luar biasa. Makanya tadi saya sampaikan, mental anak-anak hari ini harus diperkuat.
Siapa tugasnya memperkuat? Orang tua dan guru harus menguatkan mental anak-anak," kata Lia Latifah.
Pada kesempatan yang sama, Komnas Anak DKI Jakarta melantik lima figur anak berprestasi sebagai Duta Anak Anti-bullying. Ketua Komnas Anak DKI Jakarta Cornelia Agatha menyampaikan harapannya terkait peran para duta tersebut.
"Hari ini di perayaan Hari Anak Nasional 2026 diadakan acara diskusi anak dengan tema 'Berteman Aman Tanpa Bullying', sekaligus penobatan Duta Anak Anti-bullying. Diharapkan anak-anak yang berprestasi di bidangnya masing-masing ini bisa menjadi inspirasi buat anak-anak lain, menebar kebaikan, serta membantu menyuarakan tentang bahaya bullying supaya bisa membangun kesadaran (awareness)," kata Cornelia Agatha.
Lima anak yang dilantik sebagai duta meliputi Farel Prayoga, Annisa Dalimunthe, Malik Arrazy, Charissa Putri Candrakirana (Chachahits), dan Faisal Hamudi. Cornelia menilai rekam jejak dan karakter para duta menjadi modal penting untuk menginspirasi rekan sebaya.
"Tentunya kami juga sudah mengenal cukup lama bahwa mereka memiliki karakter yang menurut kami mampu menginspirasi anak-anak lain. Mereka terus berprestasi sampai hari ini, dan itu menurut kami adalah modal yang kuat bagi anak-anak untuk menjadi panutan (role model) sebagai Duta Anak Anti-bullying," imbuh Cornelia Agatha.