Indonesia Siapkan 100.000 Tenaga Kerja untuk Jepang Tiap Tahun
Indonesia menyiapkan pengiriman 100.000 tenaga kerja warga negara Indonesia (WNI) ke Jepang setiap tahunnya, kata Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, dalam unggahan TikTok pribadinya pada Minggu (9/8/2026).
Stella menyampaikan kabar tersebut usai rapat pimpinan yang mendapat informasi dari Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek, Prof Badri Munir Sukoco, bahwa Jepang membuka kesempatan kerja bagi 100.000 orang Indonesia.
Jepang saat ini membutuhkan tenaga kerja, sehingga Menteri Diktisaintek, Brian Yuliarto, memerintahkan pembentukan satuan tugas (satgas) yang akan membawahi career center di perguruan tinggi Indonesia untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.
"Pak Menteri memerintahkan dibentuk satgas untuk para career center di universitas-universitas," ujar Stella Christie.
Satgas ini bertugas merancang pelatihan kompetensi agar tenaga kerja Indonesia siap dikirim ke Jepang sebanyak 100.000 orang per tahun.
Selain program dari Kemendiktisaintek, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah lebih dulu mengirim tenaga kerja ke Jepang melalui program Magang IM Japan yang dimulai sejak 1993 dan telah meluluskan 45.000 alumni, menurut laman resmi Kemnaker.
Program tersebut melatih WNI dalam kompetensi teknis sesuai kejuruan atau jabatan yang diikuti dengan kerja sama berbagai pemerintah daerah dalam proses pendaftaran.
Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) juga meluncurkan program SMK Go Global yang mengirim WNI yang sudah memiliki keterampilan khusus ke berbagai negara, termasuk Jepang.
SMK Go Global akan membuka pendaftaran paruh kedua tahun 2026 pada 12 Agustus, khusus untuk peserta dengan keterampilan di bidang keperawatan, manufaktur, konstruksi, pengelasan, perhotelan, transportasi, dan pertanian.
Pada 2027, KP2MI akan membuka pendaftaran untuk peserta tanpa keterampilan khusus yang akan dibimbing dari awal.