Airbus A380 Emirates Perdana Mendarat di Bandara Soekarno Hatta
Pesawat jet berbadan jumbo Airbus A380-800 milik maskapai Emirates resmi mendarat untuk pertama kalinya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (8/8/2026) malam. Penerbangan bernomor EK358 dari Dubai tersebut mengangkut sekitar 600 penumpang dan tiba pukul 22.25 WIB.
Pendaratan perdana ini tercatat sebagai tonggak sejarah baru dalam konektivitas penerbangan internasional Indonesia, seperti dilansir dari Detik Travel. Armada udara terbesar di dunia itu berada di Jakarta selama beberapa jam sebelum melakukan penerbangan kembali ke Dubai pada Minggu (9/8) pukul 00.45 WIB.
Pengelola bandara memastikan seluruh operasional penanganan pesawat kategori ICAO Aerodrome Reference Code 4F tersebut telah dipersiapkan secara matang. Pengoperasian sarana penerbangan ini juga mengonfirmasi kesiapan infrastruktur bandara dalam melayani pesawat berbadan lebar.
"Kehadiran Airbus A380-800 Emirates merupakan momentum penting bagi Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kami telah memastikan seluruh aspek operasional, mulai dari kesiapan infrastruktur sisi udara dan sisi darat, prosedur pelayanan, hingga koordinasi bersama regulator, AirNav Indonesia, ground handling, serta seluruh pemangku kepentingan terkait berjalan optimal," kata General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi.
Pendaratan jet komersial dua dek penuh ini sekaligus memvalidasi standar keandalan layanan transportasi udara nasional di mata maskapai luar negeri. Armada tersebut diketahui memiliki dimensi bentang sayap sepanjang 79,75 meter dan panjang badan mencapai 72,7 meter.
"Hal ini sekaligus menjadi wujud kepercayaan maskapai internasional terhadap kualitas infrastruktur dan layanan Bandara Internasional Soekarno-Hatta," kata Heru Karyadi.
Dua dari tiga landasan pacu yang dimiliki Bandara Soetta, yakni runway berukuran 3.660 meter x 60 meter dan 3.600 meter x 60 meter, telah memenuhi spesifikasi standar penerbangan Airbus A380. Fasilitas darat penunjang juga telah disesuaikan untuk pergerakan pesawat raksasa tersebut.
"Infrastruktur ini didukung jaringan parallel taxiway, apron, serta berbagai fasilitas terminal yang telah disiapkan untuk mendukung operasional pesawat berbadan lebar, termasuk Airbus A380-800," ujar Heru Karyadi.
Persiapan kedatangan perdana dilakukan melalui koordinasi ketat lintas instansi yang melibatkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, AirNav Indonesia, Imigrasi, Bea Cukai, Karantina, hingga penyedia layanan ground handling. Rangkaian simulasi operasional telah dijalankan guna menjamin kelancaran penanganan penumpang serta bagasi.
"Kesiapan operasional juga didukung oleh penyediaan Ground Support Equipment (GSE) khusus, seperti aircraft towing tractor untuk Airbus A380-800, high lift loader, belt conveyor loader, container dollies, dan pallet dollies, sehingga seluruh proses pelayanan pesawat dapat berjalan secara optimal," terang Heru Karyadi.