Polda Metro Jaya Bakal Ekshumasi Jenazah Sutrimo di Jaksel

Share

Penyidik Bareskrim Polri menerima laporan dugaan kematian tidak wajar seorang pria bernama Sutrimo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Polda Metro Jaya berencana menggelar proses ekshumasi guna menyelidiki penyebab pasti kematian korban, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Minggu (9/8/2026).

Jasad Sutrimo awalnya ditemukan tanpa kesadaran di depan klinik kecantikan Mordent pada Kamis (23/7/2026). Korban sempat dilarikan ke RS Muhammadiyah Taman Puring menggunakan ambulans sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi rencana pembongkaran makam tersebut untuk keperluan penyelidikan medis formal.

"Akan disegerakan (ekshumasi) guna mengetahui penyebab kematian," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Pihak keluarga dan pelapor menilai terdapat kejanggalan dalam peristiwa tewasnya Sutrimo, sehingga melayangkan laporan resmi ke markas Bareskrim Polri.

"Memang kemarin kami mendapat informasi ada dari pelapor ataupun warga masyarakat yang melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait kematian Saudara S yang dianggap tidak wajar," ucap Kombes Budi Hermanto.

Pelapor meminta kepolisian membongkar kembali kubur korban untuk keperluan otopsi ulang demi mengungkap kebenaran materiil di balik insiden tersebut.

"Sehingga penyelidikan pihak kepolisian diharapkan untuk melakukan ekshumasi. Nanti kami akan menyampaikan secara bertahap terkait laporan tersebut," kata Kombes Budi Hermanto.

Sebagai langkah awal, tim penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap tenaga medis rumah sakit yang pertama kali menerima jasad korban.

"Minggu depan kami masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter Rumah Sakit Muhammadiyah yang menangani pertama kali pada saat pasien datang ke rumah sakit," imbuh Kombes Budi Hermanto.

Pemeriksaan ulang dokter RS Muhammadiyah Taman Puring dilakukan lantaran pihak medis sempat tidak hadir pada agenda pemanggilan sebelumnya. Penyidik fokus mendalami rumor yang menyebut kondisi korban berbusa saat ditemukan.

Sejumlah alat bukti digital seperti rekaman CCTV, foto, hingga video pergerakan ambulans dan keranda jenazah kini sedang dicocokkan oleh penyidik.

"Mungkin teman-teman juga sudah melihat ada foto yang beredar, tetapi kan harus kita klarifikasi apakah benar itu kondisi awal, benar atau tidak itu merupakan sosok almarhum S. Termasuk video-video yang beredar mengenai ambulans, keranda jenazah yang dibawa, serta rekaman CCTV. Ini kan harus ditemukan persesuaiannya oleh teman-teman penyidik," kata Kombes Budi Hermanto.

Sutrimo dikabarkan bertugas sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah. Pihak kepolisian masih terus mendalami profil serta latar belakang korban untuk melengkapi berkas perkara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author