Kejaksaan Ekuador Dakwa Tujuh Orang Kasus Pembunuhan Fernando Villavicencio

Share

Kejaksaan Ekuador secara resmi mendakwa tujuh orang yang diduga menjadi dalang di balik aksi pembunuhan terhadap mantan calon presiden Fernando Villavicencio pada Pemilu 2023. Penetapan status tersangka ini melibatkan sejumlah mantan pejabat pemerintahan, pengusaha, hingga pimpinan geng kriminal terorganisir, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Para pihak yang terseret dalam dakwaan tersebut mencakup mantan Menteri Dalam Negeri Jose Serrano, mantan anggota parlemen Ronny Aleaga, serta pengusaha Xavier Jordan. Selain itu, jaksa menetapkan empat tersangka lain yang terafiliasi dengan geng Los Lobos, termasuk sang pimpinan Wilmer Chavarria alias Pipo.

Masing-masing tersangka disinyalir memegang peran strategis dalam mengeksekusi aksi penembakan terhadap Villavicencio saat menggelar kampanye politik di Quito. Xavier Jordan diduga bertindak sebagai penyandang dana sekaligus perencana utama insiden tersebut dari tempat tinggalnya di Amerika Serikat.

Serrano dituduh membocorkan informasi mengenai pergerakan dan lokasi keberadaan korban kepada kelompok geng Los Lobos. Sementara itu, Aleaga yang saat ini mengantongi suaka politik di Venezuela ditengarai bertugas mengoordinasikan teknis eksekusi di lapangan.

Jaksa Ana Hidalgo menyampaikan peran terdakwa lain dalam berkas dakwaannya.

"Tindakan untuk melaksanakan pembunuhan tersebut," tegas Jaksa Ana Hidalgo.

Perencanaan eksekusi tersebut turut melibatkan Chavarria yang tengah menjalani proses ekstradisi dari Spanyol menuju Ekuador. Ia dijanjikan imbalan senilai 1 juta dolar AS untuk merancang pembunuhan mantan jurnalis investigasi yang kerap membongkar skandal korupsi tersebut.

Kejaksaan Ekuador menegaskan penetapan status hukum para tersangka melalui unggahan resminya.

"Mendakwa ketujuh terdakwa sebagai pelaku tidak langsung atas dugaan keterlibatan mereka dalam tindak pidana #Pembunuhan," tulis Kejaksaan Ekuador melalui platform X.

Sebelum insiden penembakan yang menewaskannya 11 hari jelang pemungutan suara, Villavicencio sempat melaporkan ancaman pembunuhan dari jaringan kejahatan terorganisir. Lima orang sebelumnya telah dijatuhi hukuman penjara hingga 34 tahun, sedangkan pelaku penembakan tewas di lokasi dan enam tersangka lainnya tewas di dalam penjara.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author