Masitah Jual Nasi Sasak Rp5 Ribu di Pasar Bintaro Mataram

Share

Puluhan warga mengantre untuk membeli racikan nasi campur tradisional khas Lombok bernama Nasi Sasak seharga Rp5.000 per bungkus di kawasan Pasar Ikan Bintaro, Ampenan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (2/8/2026) pagi.

Satu porsi Nasi Sasak bungkus daun pisang tersebut menyajikan nasi putih, urap komak, telur santan, tempe tahu santan manis, krecek pedas, teri kacang, ikan asin, dan sambal. Kuliner tradisional ini laris manis dilansir dari Detik Food.

Seorang pembeli asal Mataram rela datang bersama suaminya sejak pagi usai melihat keviralan kuliner tersebut di media sosial.

"Saya rela datang abis subuhan, naik motor pelan-pelan sama suami ke sini. Saya tahu Nasi Sasak ini viral karena videonya viral di medsos. Penasaran, kok kata orang-orang enak banget. Eh ternyata bener dong, enak banget," kata Fitri Ayu, salah satu pengunjung.

Ayu yang rela berdiri dalam antrean panjang menilai hidangan rumahan itu sangat padat dan memuaskan dari segi porsi maupun rasa.

"Jujur, ini worth it banget, dibandingkan makanan viral lainnya. Ini tuh makanan khas rumahan banget, khas Sasak lah. Nasinya pulen, lauknya ada tahu tempe santan dan urap, lalu ikan asing bercampur jadi satu. Serius ini enak banget," ujarnya.

Ia menuturkan bahwa harga yang ditawarkan sangat terjangkau untuk porsi makanan yang melimpah.

"Apalagi harganya cuma Rp 5 ribu, dimana lagi dapat nasi porsi besar cuma modal bayar goceng. Semoga ibu yang jualan ini panjang umur, soalnya enak banget. Pantas saja banyak orang rela sejak Subuh," sambungnya.

Pelanggan lainnya mengungkapkan bahwa dagangan tersebut kerap ludes dalam kurun waktu singkat setiap harinya.

"Bibik ini sudah lama jual Nasi Sasak, sebelum dipindah ke Bintaro dia jualan di pinggir jalan sana. Tapi memang bukanya hanya jam 6 sampai 8. Itu pun selalu ramai, biasanya jam 7 pagi itu sudah habis, saking enaknya," ungkap Atika, pengunjung lainnya.

Atika menjelaskan bahwa rasa hidangan yang mirip masakan rumah membuatnya selalu membeli dalam jumlah banyak.

"Dulu pas awal-awal jualan saya pernah beli satu bungkus, eh ternyata enak banget, rasanya mirip makanan yang dibuat ibu saya. Jadi sampai sekarang kalau beli nasi ini wajib beli banyak, nanti bisa makan bareng orang rumah," jelas Atika.

Penjual Nasi Sasak asal Sesela, Lombok Barat, mengaku kewalahan melayani lonjakan pembeli setiap akhir pekan.

"Kalau biasanya saya jualan dari jam 6 sampai 8 pagi. Tapi kalau Sabtu-Minggu, jam 7 pagi sudah habis, alhamdulillah," kata Masitah, pemilik Nasi Sasak.

Ia mengatakan waktu operasional jualannya terbilang singkat sebelum kembali ke rumah.

"Saya jualan setiap hari di sini, pokoknya jam 9 kurang saya sudah balik ke rumah," sambungnya.

Dari usaha berjualan selama dua jam tersebut, Masitah mengantongi omzet harian ratusan ribu rupiah.

"Bisa Rp 400-500 ribu, itu untungnya Rp 100 ribu lah. Untungnya memang sedikit, yang penting laku," ujar Masitah.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: kuliner Mataram ntb
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author