Critical Mass Jakarta Gelar Aksi Bersepeda Massal Tanpa Pemimpin
Jumat malam, 31 Juli 2026, ratusan pesepeda berkumpul di depan FX Sudirman, Jakarta, untuk mengikuti Critical Mass, gerakan bersepeda massal yang rutin digelar setiap Jumat terakhir setiap bulan, sebagai bentuk penegasan hak pengguna jalan selain kendaraan bermotor, dilansir dari Detikcom.
Peserta yang hadir beragam, mulai dari sepeda lipat, gravel, fixed gear, road bike, hingga sepeda kargo. Tidak ada pemimpin atau rute pasti yang diumumkan sebelumnya, hanya titik kumpul dan waktu yang disampaikan melalui akun Instagram resmi @criticalmassjakarta.
Menjelang pukul delapan malam, rombongan mulai bergerak menuju ruas jalan di kawasan Sudirman, bawah jembatan Semanggi, hingga Bundaran HI. Mereka bersepeda bersama sebagai massa yang menunjukkan keberadaan pesepeda di jalan raya yang biasanya didominasi kendaraan bermotor.
Aria Praja Sukanda, barista dan peserta baru, mengatakan, "Saya baru pertama kali ikut ini, tahu dari Instagram sering muncul di explore rame-rame nih apa, kebetulan saya juga sering sepedaan, jadi mulai tertarik ikutan dan ingin kenalan juga dengan teman-teman di sini." Ia juga menyampaikan keresahannya mengenai jalur sepeda yang kerap terhambat oleh aktivitas lain di jalan.
Peserta lain, Wahyu Ariadi, IT consultant yang sudah sering ikut, menyatakan, "Udah lumayan sering sih ikut ini bareng teman-teman yang lain. Seru aja, kaya ritual bulanan yang wajib diikutin." Ia menambahkan bahwa berkendara beramai-ramai memberikan rasa aman dibanding bersepeda sendiri di jalan Jakarta yang penuh risiko.
Wahyu juga menjelaskan, "Kita sehari-hari atau kalau lagi pengen gowes di jalanan Jakarta, itu resikonya tinggi banget. Pesepeda tuh dianggep warga kelas dua di jalan. Sering dipetpet bus, diklaksonin mobil dari belakang padahal kita udah di pinggir banget." Ia menegaskan bahwa ketidakpastian rute perjalanan adalah ciri khas gerakan ini.
Critical Mass sendiri lahir di San Francisco tahun 1992 dan berkembang menjadi gerakan aktivisme transportasi yang mudah diadopsi di berbagai kota di seluruh dunia tanpa struktur organisasi rumit. Gerakan ini menegaskan bahwa pesepeda adalah bagian dari lalu lintas yang harus dihormati dan diberi ruang yang adil di jalan.