Firmus Terima Pendanaan Rp32,6 Triliun untuk Bangun AI Factory di Batam
Perusahaan infrastruktur kecerdasan buatan Firmus menerima suntikan dana segar sebesar USD 2 miliar atau sekitar Rp32,6 triliun untuk mempercepat pembangunan AI factory di Batam, Indonesia, serta kawasan Asia Pasifik, dilansir dari Detik iNET. Putaran pendanaan ini diikuti oleh Nvidia, Coatue Management, Blackstone, dan Jane Street, yang menaikkan valuasi Firmus menjadi lebih dari USD 10,5 miliar, hampir dua kali lipat dari valuasi sekitar USD 5,5 miliar pada April 2026. Co-CEO Firmus, Oliver Curtis, menyatakan bahwa modal baru tersebut akan mempercepat proyek AI factory di Australia dan ekspansi awal di Indonesia.
"Kami akan terus bergerak dengan kecepatan yang sama, dan pendanaan ini memungkinkan kami mempercepat proyek di Australia serta langkah awal kami di Indonesia," ujar Curtis.
Firmus merencanakan pembangunan kampus AI factory berkapasitas 360 MW di Batam yang menggunakan infrastruktur Nvidia dan mampu menampung hingga 170.000 akselerator AI. Proyek ini akan menggunakan GPU dan akselerator Nvidia dari platform Grace-Blackwell, Vera-Rubin, hingga Vera, yang akan ditempatkan secara bertahap sepanjang 2027 dan 2028, menjadikan fasilitas di Batam salah satu infrastruktur AI terbesar di Asia Pasifik.
Firmus menggabungkan platform AI factory Nvidia DSX dengan arsitektur HyperCube yang memakai sistem pendingin cair, dirancang untuk komputasi AI skala besar dengan efisiensi energi tinggi. Proyek di Batam dikembangkan bersama DayOne, perusahaan infrastruktur digital berbasis di Singapura, dengan kapasitas awal ditargetkan tersedia pada kuartal pertama 2027.
Firmus memperkirakan kerja sama ini berpotensi menghasilkan kontrak penggunaan kapasitas senilai USD 25 miliar hingga USD 30 miliar dalam enam tahun pertama. Penambahan modal ini mendukung rencana Firmus memperluas jaringan infrastruktur AI di Asia Pasifik, dengan Indonesia sebagai salah satu pasar awal di luar Australia. Lokasi Batam dianggap strategis karena berdekatan dengan Singapura, pusat data besar Asia Tenggara, dan memiliki akses ke jaringan kabel bawah laut serta kawasan industri.
Selain Firmus, beberapa perusahaan global juga mulai membangun pusat data dan infrastruktur komputasi AI di Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan GPU untuk pelatihan dan operasi model AI.
Meski Nvidia berinvestasi, fasilitas Batam bukan milik Nvidia, melainkan dikembangkan dan dioperasikan Firmus dengan teknologi dan akselerator AI Nvidia.