Subaru Indonesia Tunda Penjualan Mobil Listrik

Share

PT Subaru Indonesia memutuskan untuk tidak menjual mobil listrik di pasar domestik dalam jangka pendek dan memilih fokus memasarkan kendaraan bermesin pembakaran internal atau bensin, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.

Keputusan tersebut diambil lantaran profil dan selera mayoritas konsumen Subaru di Indonesia saat ini dinilai masih lebih cenderung memilih kendaraan bermesin konvensional.

Executive General Manager Subaru Indonesia, Edward Kencono menjelaskan bahwa pihaknya menyesuaikan strategi penjualan berdasarkan kecenderungan minat dari para pelanggan di Tanah Air saat ini.

"Apakah Subaru akan menjual mobil listrik (di Indonesia)? Sekarang jawabannya, untuk sementara, kalau dari kustomer kita, memang banyak yang secara profil masih ke arah internal combustion," ujar Edward Kencono, Executive General Manager Subaru Indonesia di ICE BSD, Tangerang.

Ia menambahkan bahwa penentuan lini produk yang dipasarkan sangat bergantung pada respons dan kebutuhan pasar lokal.

"Sehingga, strategi jangka pendek tahun ini, kami masih akan fokus ke mobil bensin," tutur Edward Kencono, Executive General Manager Subaru Indonesia.

Pihak manajemen menegaskan tetap membuka peluang untuk meluncurkan lini kendaraan listrik pada masa mendatang seiring dengan perkembangan tren elektrifikasi nasional.

"Tapi nggak menutup kemungkinan jika nanti kita akan ikut ke elektrifikasi. Namun, saat ini, sesuai segmen Subaru, rasanya combustion masih yang paling tepat," kata Edward Kencono, Executive General Manager Subaru Indonesia.

Di pasar global, Subaru telah memiliki beberapa model kendaraan listrik seperti Solterra, Trailseeker, serta SUV Getaway yang berbagi platform dengan Toyota Highlander EV. Sementara di Indonesia, Subaru saat ini memasarkan model bermesin bensin seperti BRZ, WRX, Crosstrek, Outback, dan Forester.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author