Polisi Selidiki Kelalaian Pengelola Air Terjun Cunca Wulang
Polres Manggarai Barat menyelidiki dugaan kelalaian pengelola objek wisata Air Terjun Cunca Wulang di Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Penyelidikan ini dilakukan setelah dua wisatawan asal Austria, Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57), tewas akibat terjatuh dari jembatan gantung setinggi 20 meter, dilansir dari Detik Travel.
Peristiwa maut tersebut bermasalah dari rapuhnya infrastruktur penghubung akses wisata. Kedua korban terjatuh tepat di atas bebatuan besar setelah papan kayu yang menjadi tumpuan kaki pada jembatan gantung tersebut mendadak terlepas.
Saksi mata sekaligus pemandu wisata yang mendampingi korban, Muhamad Muhardin (30), menjelaskan bahwa kedua turis sempat meminta direkam menggunakan telepon genggam dari arah belakang saat menyeberangi jembatan.
"Mereka berjalan beriringan sambil tersenyum hangat ke arah kamera. Mereka sempat meminta saya ambil video dari belakang saat menyeberang jembatan," tutur Muhardin di Labuan Bajo, Minggu (24/5).
Menurut keterangan Muhardin, struktur jembatan kayu tiba-tiba patah secara mendadak ketika kedua wisatawan asing tersebut baru melangkah sekitar 10 meter di atas bentangan jembatan gantung.
"Tiba-tiba terdengar suara kayu patah yang sangat keras seperti dahan pohon besar yang tumbang. Dalam hitungan detik, jembatan langsung ambruk total," ujar Muhardin.
Setelah melihat kedua korban jatuh bebas ke dasar jurang, Muhardin segera berlari menuju pos tiket untuk meminta bantuan dari warga sekitar.
"Saya melihat mereka berdua jatuh bebas ke bawah dan langsung menghantam batu-batu sungai yang besar di dasar jurang," imbuh Muhardin.
Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jenazah kedua korban melalui medan sungai yang terjal dan licin menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo, Labuan Bajo. Pihak kepolisian juga langsung mengamankan lokasi kejadian dengan memasang garis polisi.
"Prioritas utama kami sesaat setelah kejadian adalah mengevakuasi korban dan langsung mengamankan TKP guna menjaga keaslian bukti-bukti fisik atau mempertahankan status quo," ungkap Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang.
AKBP Christian Kadang menegaskan bahwa Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Manggarai Barat saat ini tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memeriksa kelayakan teknis jembatan.
"Kami tidak main-main dengan keselamatan wisatawan yang berkunjung ke wilayah Manggarai Barat. Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Manggarai Barat sedang melakukan olah TKP mendalam untuk memeriksa kelayakan teknis jembatan kayu tersebut," ujar Christian.
Polisi juga menjadwalkan pemeriksaan intensif terhadap pengelola destinasi wisata yang berada di bawah naungan Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Manggarai Barat tersebut terkait standar operasional prosedur keselamatan.
"Kami juga akan memanggil pihak pengelola destinasi wisata Cunca Wulang untuk dimintai keterangan secara intensif terkait standar keselamatan (SOP) dan pemeliharaan infrastruktur yang mereka terapkan selama ini," jelas Christian.
Saat ini pihak kepolisian sedang berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Austria di Jakarta untuk mengurus dokumen resmi, mengamankan barang pribadi korban, serta memfasilitasi proses pemulangan jenazah.
"Serta memfasilitasi proses repatriasi atau pemulangan jenazah kedua korban kembali ke negara asal mereka sesegera mungkin," tandas Christian.