Putri Kusuma Wardani Buru Medali Emas di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, menargetkan medali emas pada Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 yang digelar di New Delhi, India, pada 17-23 Agustus 2026, setelah berhasil meraih medali perunggu di edisi sebelumnya.
Atlet berusia 24 tahun ini akan menjadi salah satu tumpuan sektor tunggal putri Indonesia, bersama Thalita Ramadhani Wiryawan, untuk mengembalikan kejayaan yang terakhir diraih oleh Susy Susanti pada 1993.
Putri mengaku kemenangan atas unggulan China, Wang Zhi Yi, di perempat final Japan Open 2026 menjadi titik balik mental yang signifikan baginya. "Pastinya lebih percaya diri. Setelah itu saya juga menghadapi Akane Yamaguchi, dan sebenarnya saya merasa punya peluang untuk menang juga. Jadi kemenangan atas Wang Zhi Yi benar-benar menambah kepercayaan diri saya," ujar Putri di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Putri menyatakan bahwa beban mental dalam pertandingan seringkali lebih berat dibandingkan kelelahan fisik. "Di setiap pertandingan, mental dan pikiran saya benar-benar bekerja sangat keras. Setelah pertandingan selesai, yang terasa capek bukan badannya, tapi justru pikirannya," tambahnya.
Legenda bulutangkis Indonesia, Susy Susanti, menilai Putri memiliki potensi besar untuk meraih medali di Kejuaraan Dunia 2026, namun perlu meningkatkan kematangan mental dan konsistensi permainan. "Dia sudah mulai masuk semifinal-semifinal tapi proses itu kan harus bisa ditingkatkan lagi, kematangan, dan konsistensi seperti fokus dan mental agar dia tetap bertahan di lapangan," kata Susy saat ditemui di ASNA Academy, Jumat (7/8/2026).
Susy juga menyoroti kekurangan Putri yang masih sering kehilangan poin sendiri dan mengingatkan pentingnya disiplin serta fokus. "Saya percaya dia punya potensi cukup bagus dari postur juga oke, fisiknya juga bagus, dan teknik sudah lebih matang. Tinggal disiplin dan fokus paling penting dan sangat dibutuhkan," ujarnya.
Putri Kusuma Wardani menghadapi jadwal padat dengan tiga turnamen besar berturut-turut, yakni Kejuaraan Dunia, China Masters, dan Asian Games, dalam dua bulan ke depan. Meski demikian, Putri menegaskan prioritas utama adalah Kejuaraan Dunia yang paling dekat dan dianggap sangat penting bagi kariernya. "Saya fokus ke turnamen yang ada di depan mata dulu, yaitu Kejuaraan Dunia. Karena menurut saya Kejuaraan Dunia sangat penting," kata Putri di Pelatnas PBSI Cipayung.
Dalam persiapannya, Putri menyesuaikan latihan dengan pengalaman dari Japan Open 2026 dan berusaha menutupi kekurangan yang ada. "Kekurangan-kekurangan dari dua minggu pertandingan kemarin sekarang sedang kami benahi dan ditambah lagi dalam latihan," ujar Putri.
Di sisi lain, tunggal putri Jepang, Tomoka Miyazaki, yang pernah mengalahkan Putri di China Open 2026, memasang target masuk empat besar pada Kejuaraan Dunia 2026. Miyazaki menyatakan kesiapan dan belajar banyak dari pengalaman sebelumnya, meski sempat terkendala kondisi berangin di lapangan.