Mentan Stabilkan Harga Beras di Alor NTT Menjadi Rp13.000 Per Kg
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meninjau langsung ketersediaan pangan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (8/8/2026). Kunjungan ini merespons keluhan mahasiswa Universitas Diponegoro asal Alor, Adriano Padama, terkait melonjaknya harga beras hingga Rp30.000 per kg akibat kelangkaan distribusi.
Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, pemerintah melangkah cepat dengan memprioritaskan penyelesaian masalah pasokan pangan di wilayah tersebut. Amran memastikan stok beras di gudang-gudang Perum Bulog Kabupaten Alor dalam kondisi aman dengan harga jual stabil senilai Rp13.000 per kg, setara dengan harga di Jakarta.
"Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Kami langsung terbang dari Jakarta, dari Jawa Tengah, langsung ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi.
Di bawah naungan Kementerian Pertanian. Beras sudah aman, ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu Rp 13.000, sama dengan harga Jakarta.
Kita sekarang tidak akan kesulitan beras," ujar Amran.
Guna menjaga ketersediaan pasokan, Kementerian Pertanian juga menginstruksikan Bulog untuk memfasilitasi kebutuhan pangan warga lokal melalui intervensi langsung. Alokasi kuota bantuan pangan untuk wilayah Nusa Tenggara Timur sendiri disiapkan hingga 1.200 ton.
"Bulog operasi pasar. Tidak ada batasan. Kalau ada yang mau beli beras, kita keluarkan.
Lakukan pasar di mana dibutuhkan. Pasar murah," imbuhnya.
Berdasarkan pencatatan Bapanas, penyaluran beras SPHP di Kabupaten Alor sejak Maret hingga Juli 2026 telah menembus angka 764.070 kg. Distribusi dilakukan melalui Rumah Pangan Kita sebanyak 356.470 kg, pedagang eceran pasar rakyat sebesar 352.150 kg, serta Gerakan Pangan Murah sebanyak 55.450 kg.
Selain program SPHP, pemerintah telah mendistribusikan Cadangan Beras Pemerintah dalam bentuk bantuan pangan beras dan minyak goreng. Realisasi bantuan pangan tingkat nasional hingga 31 Juli 2026 telah mencapai 662.867.840 kg beras dan 132.573.568 liter minyak goreng, atau 99,70 persen dari target 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan.
Secara khusus di Provinsi NTT, penyaluran bantuan pangan tahap pertama telah terealisasi 100 persen bagi 837.612 penerima dengan volume 16.752.240 kg beras, di mana Kabupaten Alor menerima 746.000 kg. Total dukungan CBP yang telah disalurkan untuk masyarakat Alor mencapai 1,5 juta kg beras.
Pada alokasi bantuan periode Juli hingga September 2026, Kabupaten Alor mendapatkan jatah bagi 37.338 Penerima Bantuan Pangan. Program intervensi ini terus dikerjakan Bapanas bersama Perum Bulog untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan pangan di wilayah kepulauan.