AC Milan Resmi Putus Kontrak Ismael Bennacer Secara Kesepakatan Bersama
AC Milan mengonfirmasi pemutusan kontrak gelandang Ismael Bennacer secara kesepakatan bersama pada 7 Agustus 2026. Langkah ini diambil klub Serie A tersebut guna memuluskan kepindahan pemain asal Aljazair itu ke klub Liga Bintang Qatar, Al-Gharafa.
Keputusan melepas Bennacer menjadi bagian dari pembenahan skuad yang dilakukan pelatih anyar AC Milan, Ruben Amorim, menjelang bergulirnya musim 2026-2027. Bennacer meninggalkan San Siro dengan status bebas transfer setelah mengabdi selama lima hingga tujuh tahun.
Gelandang berusia 28 tahun itu diboyong dari Empoli pada musim panas 2019 dengan nilai transfer 16 juta euro. Bennacer tercatat tampil sebanyak 178 kali di semua kompetisi, termasuk 137 pertandingan di Serie A, serta menjadi pilar kunci saat Rossoneri meraih gelar Scudetto musim 2021-2022 di bawah asuhan Stefano Pioli.
Karier Bennacer mulai terganggu setelah mengalami cedera lutut parah pada akhir musim 2022-2023. Pemain yang membawa Aljazair menjuarai Piala Afrika 2019 tersebut belum pernah lagi bermain dalam laga kompetitif untuk Milan sejak Februari 2025 dan menghabiskan 18 bulan terakhir sebagai pemain pinjaman di Marseille serta Dinamo Zagreb.
Pihak klub mengumumkan perpisahan tersebut melalui sebuah pernyataan resmi.
"AC Milan dapat mengonfirmasi pemutusan kontrak Ismael Bennacer berdasarkan kesepakatan bersama. Klub ingin mengucapkan yang terbaik untuk masa depannya," tulis AC Milan.
Melalui sebuah video di media sosial, Bennacer menyampaikan salam perpisahan emosional kepada para pendukung Rossoneri usai merampungkan pemutusan kontraknya.
"Pendukung Milan yang terkasih. Tahun lalu, saya mengucapkan selamat tinggal tanpa pernah berpikir kata-kata itu akan menjadi perpisahan yang sebenarnya," ujar Bennacer.
Ia juga menambahkan kenangannya selama membela klub Italia tersebut.
"Selama lebih dari lima tahun, saya mengenakan jersei ini dengan rasa bangga dan passion bersama rekan-rekan tim yang luar biasa, didukung oleh cinta tak bersyarat dari kalian. Memenangkan Scudetto dengan jersei ini adalah salah satu kenangan terindah dalam karier saya, dan bermain di hadapan kalian di San Siro merupakan salah satu penghormatan terbesar," kata Ismael Bennacer, mantan gelandang AC Milan.
Kepindahan ke Al-Gharafa di bawah arahan pelatih Pedro Martins membuka lembaran baru bagi Bennacer yang pernah membela Arsenal pada rentang 2015–2017. Sementara itu, AC Milan terus melanjutkan persiapan pramusim di bawah Amorim sebelum melakoni laga pembuka Serie A melawan Torino pada 23 Agustus 2026.