Newcastle Tunjuk Matthias Jaissle Sebagai Pelatih Baru

Share

Newcastle United resmi menunjuk Matthias Jaissle sebagai manajer baru menggantikan Eddie Howe di tengah perubahan strategi transfer besar-besaran klub Liga Inggris tersebut.

Jaissle yang berusia 38 tahun sebelumnya sukses membawa Al Ahli menjuarai dua gelar Liga Champions Asia secara beruntun. Pelatih asal Jerman itu dihadirkan untuk memimpin era baru klub yang kini berfokus pada pengembangan talenta muda.

Penunjukan tersebut dilakukan setelah Eddie Howe mengundurkan diri usai Newcastle mengakhiri musim 2025-2026 di peringkat ke-12 klasemen Premier League. Selama 4,5 tahun masa jabatannya, Howe sukses membawa The Magpies dua kali lolos ke Liga Champions dan menjuarai Piala Liga.

Di bawah penyesuaian regulasi Financial Fair Play (FFP) dan Profit and Sustainability Rules (PSR), Newcastle melepas sejumlah pemain bintang seperti Sandro Tonali, Anthony Gordon, dan Bruno Guimaraes. Sebagai gantinya, klub mendatangkan pemain muda seperti Bazoumana Toure dan Aladji Bamba.

Dalam laga uji coba pramusim di Stadion Mestalla, Newcastle meraih kemenangan 2-1 atas Valencia lewat dua gol Yoane Wissa. Kemenangan tersebut menandai awal positif kepemimpinan Jaissle bersama skuad The Magpies.

Pemain Paling Sering Dimainkan Eddie Howe di Newcastle United
Pemain Penampilan Gol Assist
Bruno Guimaraes 195 31 33
Dan Burn 193 10 10
Jacob Murphy 183 20 31
Fabian Schar 175 15 9
Joelinton 172 25 15
Kieran Trippier 160 4 29

"Setelah periode refleksi pribadi, saya telah memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi saya untuk mundur dari peran saya," kata Eddie Howe, Mantan Pelatih Newcastle United.

Howe memutuskan mengakhiri perjalanannya bersama Newcastle setelah memberikan seluruh tenaganya untuk klub sejak November 2021.

"Setelah hampir lima tahun memberikan hidup, hati, dan jiwa saya untuk klub dengan energi yang tak kenal lelah, saya merasa bahwa ini adalah yang terbaik bagi saya dan klub untuk mundur, mengisi ulang energi, dan beristirahat," ujar Eddie Howe, Mantan Pelatih Newcastle United.

Meskipun keputusan tersebut berat, Howe yakin langkah ini merupakan pilihan terbaik untuk dirinya maupun klub.

"Meskipun sangat sulit untuk membuat keputusan ini, saya tahu dalam hati saya bahwa ini adalah keputusan yang tepat," kata Eddie Howe, Mantan Pelatih Newcastle United.

Ia juga menyampaikan rasa bangganya selama melatih klub yang bermarkas di St James' Park tersebut.

"Merupakan suatu kehormatan terbesar dalam hidup saya untuk menjadi manajer Newcastle United," ujar Eddie Howe, Mantan Pelatih Newcastle United.

Howe mengenang berbagai momen penting sejak perjuangan menghindari degradasi hingga tampil di panggung Liga Champions.

"Ada begitu banyak momen luar biasa selama kami berada di sini. Dari berjuang menghindari degradasi di musim pertama kami hingga berbagai malam tak terlupakan di St James' Park di Liga Champions tak lama kemudian. Perkembangannya sangat cepat," kata Eddie Howe, Mantan Pelatih Newcastle United.

Ia menegaskan bahwa pencapaian tim merupakan hasil dari persatuan seluruh elemen di Newcastle.

"Semua orang bersatu, dan betapa hebatnya kekuatan yang kami miliki," ujar Eddie Howe, Mantan Pelatih Newcastle United.

Perjalanan bersama The Magpies diakuinya akan menjadi kenangan berharga sepanjang hidupnya.

"Semua ini adalah kenangan yang akan saya hargai seumur hidup saya," kata Eddie Howe, Mantan Pelatih Newcastle United.

Howe tetap menaruh rasa optimisme yang tinggi terhadap arah masa depan Newcastle United.

"Saya tetap sangat positif dan antusias tentang masa depan Newcastle," ujar Eddie Howe, Mantan Pelatih Newcastle United.

Ia meyakini struktur kepemimpinan klub dan suksesor baru akan melanjutkan kesuksesan di lapangan.

"Klub ini berada di tangan yang fantastis dengan tim kepemimpinan yang hebat dan saya tidak ragu bahwa bersama-sama, dengan siapa pun yang datang untuk menggantikan saya, mereka akan terus memberikan kesuksesan di lapangan," kata Eddie Howe, Mantan Pelatih Newcastle United.

"Pada 2030, saya melihat klub ini berada dalam perbincangan untuk menjadi klub terbaik di dunia," kata David Hopkinson, Chief Executive Newcastle United.

Namun, pihak manajemen mengakui bahwa Newcastle sempat membelanjakan dana melebihi batas kemampuan dalam beberapa musim terakhir.

"Itu masa yang luar biasa, tetapi kami hidup melampaui kemampuan kami. Pada akhirnya, tagihan kartu kredit memang harus dibayar," ujar David Hopkinson, Chief Executive Newcastle United.

Hopkinson menyatakan bahwa klub kini mengambil pendekatan baru yang fokus pada keberlanjutan finansial jangka panjang.

"Kami bergerak maju dengan cara yang berkelanjutan," kata David Hopkinson, Chief Executive Newcastle United.

Ia menegaskan bahwa penyesuaian strategi ini dilakukan untuk membentuk tim muda yang kompetitif.

"Kami menyesuaikan diri dengan realitas kami. Tetapi dari titik ini kami akan membuat lompatan besar ke depan dan mencapai posisi di mana kami bisa menang secara reguler. Newcastle 2.0 akan muda, lapar, ambisius, dan tanpa ampun," ujar David Hopkinson, Chief Executive Newcastle United.

Hopkinson turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kepemimpinan Eddie Howe dan jajaran staf kepelatihannya.

"Eddie dan stafnya pergi dengan rasa terima kasih yang mendalam," kata David Hopkinson, Chief Executive Newcastle United.

Ia menambahkan bahwa manajemen merasa bangga atas semua pencapaian yang telah diukir Howe selama berada di klub.

"Meskipun kami tentu saja kecewa melihat Eddie pergi, kami tetap sangat berterima kasih atas semua yang telah ia lakukan untuk klub," ujar David Hopkinson, Chief Executive Newcastle United.

"Setelah musim lalu, sesuatu memang harus terjadi," kata Jamie Smith, Blogger dan Podcaster fanzine Newcastle The Mag.

"BREAKING: Newcastle United telah menjual kuda laut dari logo klub mereka seharga £50 juta," kata rilis lelucon dari laman X asal Inggris.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author