Tottenham Hotspur Imbang 1-1 Lawan Getafe dalam Laga Pra-Musim
Tottenham Hotspur melanjutkan laga pra-musim dengan pertandingan unik berdurasi 70 menit melawan Getafe di London, yang berakhir imbang 1-1. Roberto De Zerbi menurunkan skuad yang cukup kuat dengan dua pergantian dari pertandingan sebelumnya melawan Chelsea.
Laga ini terdiri dari dua babak masing-masing 35 menit karena suhu panas yang ekstrem di London. Tidak ada pergantian pemain dari Tottenham, sementara Getafe hanya melakukan beberapa perubahan. Hal ini menjadi tolok ukur penting dalam persiapan Spurs untuk menghadapi Brentford pada awal musim.
Pelatih Roberto De Zerbi tampak sudah mulai menentukan skuad inti dengan beberapa pemain seperti Sandro Tonali dan Jan Paul van Hecke hampir selalu bermain sejak tersedia. Conor Gallagher kemungkinan besar akan menempati posisi playmaker, sedangkan posisi lain masih diperebutkan dengan banyak pemain diuji dalam laga ini.
Secara taktik, Tottenham terlihat memilih untuk menghindari penggunaan gelandang tengah Lucas Bergvall dan Tonali dalam membangun serangan awal, lebih memilih umpan panjang atau bermain di sisi sayap. Namun, mereka mulai lebih sering menggunakan gelandang tersebut seiring berjalannya pertandingan, meski ada beberapa momen mereka terlihat rentan saat Getafe melakukan serangan balik.
Gerakan vertikal yang sinkron di lini depan Tottenham menjadi sorotan dengan pergerakan agresif dari pemain yang membuka ruang di pertahanan Getafe. Pergerakan ini merupakan peningkatan dari musim lalu dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.
Laga berjalan dengan intens, bahkan cenderung keras. Getafe bermain agresif dengan beberapa tekel keras yang membuat Spurs frustrasi. Wasit memberikan kartu kuning kepada Ebrahima Drammeh setelah pelanggaran keras terhadap Lucas Bergvall. Ketegangan berlanjut dengan insiden dorongan antara Sandro Tonali dan Mario Martin yang hampir memicu keributan.
Babak kedua menunjukkan peningkatan permainan dari kedua tim, khususnya Tottenham yang mulai menguasai bola lebih baik dan menciptakan peluang melalui serangan cepat dan operan satu sentuhan. Alberto Risco dan Mathys Tel beberapa kali hampir mencetak gol.
Namun, momen kontroversial terjadi saat Richarlison tampak mencetak gol setelah situasi bola mati, tapi wasit tidak mengesahkannya. Laga kemudian berakhir dengan skor imbang 1-1, hasil yang mencerminkan jalannya pertandingan yang seimbang.