West Ham Hadapi Perebutan Saham Saat Memulai Musim Baru

Share

Klub sepak bola West Ham United mengawali musim kompetisi EFL Championship dan Carabao Cup melawan Portsmouth di London Stadium pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di tengah gejolak perebutan kekuasaan pemilik saham di jajaran direksi klub.

Klub asal London Timur ini terdegradasi dari Premier League musim lalu dan kini harus menghadapi tantangan manajemen internal. Di tengah persiapan tim di bawah pelatih Nuno Espírito Santo, mantan ketua bersama David Sullivan diminta untuk tidak menghadiri pertandingan awal musim.

Pihak pengelola stadion merekomendasikan agar Sullivan tidak hadir karena mengkhawatirkan respons para suporter di tribun.

"Potensi aksi unjuk rasa dan perilaku antisosial oleh sejumlah penonton," kata pengelola London Stadium.

Pernyataan tersebut sejalan dengan sikap organisasi pendukung klub yang menolak kehadiran Sullivan di stadion.

"Kemarahan dan kekecewaan," menurut dewan penasihat suporter West Ham.

Sullivan mengundurkan diri dari jabatannya setelah muncul laporan investigasi terkait dugaan perilaku masa lalu. Ia memilih mundur demi menjaga stabilitas klub.

"Untuk menghindari gangguan terhadap klub sementara ia menyelesaikan masalah tersebut secara pribadi," kata David Sullivan, mantan ketua bersama West Ham.

Sebelum keputusan mundurnya Sullivan diumumkan, manajemen West Ham telah menerima pemberitahuan resmi mengenai laporan tersebut.

"Diberitahu tentang rencana publikasi dugaan tuduhan serius di masa lalu," menurut pihak klub West Ham United.

Tuduhan tersebut berkaitan dengan masa lalu Sullivan saat mengelola bisnis penerbitan media massa.

"Model-model muda yang mencari pekerjaan di surat kabar Daily dan Sunday Sport milik Sullivan," dilaporkan oleh BBC.

Laporan investigasi bersama BBC Panorama dan The Times merinci berbagai kesaksian mengenai dugaan tersebut.

"Merek menuduh Sullivan melakukan perilaku eksploitasi seksual dan predator," kata perwakilan BBC.

Di samping persoalan Sullivan, dinamika kepemilikan saham semakin rumit dengan masuknya mantan direktur Newcastle United, Amanda Staveley, yang memimpin konsorsium untuk membeli 25,1 persen saham milik keluarga mendiang David Gold seharga 150 juta poundsterling. Namun, pengusaha Ceko Daniel Kretinsky menjual 2 persen sahamnya kepada Jakub Havrlant untuk menghadang penguasaan saham mayoritas.

"Usulan transaksi saham yang melibatkan Vanessa Gold dan Daniel Kretinsky sekarang tidak akan berjalan sesuai rencana," ujar dewan penasihat suporter West Ham.

Di awal jeda musim, pihak klub sempat memberikan janji manis kepada para pendukung terkait pembenahan tata kelola organisasi.

"Kesalahan di masa lalu? Hal itu tidak akan terjadi lagi," menurut sinyal pengurus klub West Ham United.

Meskipun terjadi gejolak manajemen, West Ham berhasil mengumpulkan dana transfer sebesar 148 juta poundsterling dari penjualan pemain seperti Mateus Fernandes dan Crysencio Summerville, serta merekrut bek Joël Veltman untuk memperkuat skuad.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author