Jenderal AS Upayakan Penghentian Perang Melawan Iran
Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat Jenderal Dan Caine dilaporkan tengah mengupayakan jalan keluar diplomatis guna mengakhiri konflik militer dengan Iran yang telah berlangsung selama lima bulan. Langkah ini diambil di tengah perbedaan pandangan internal mengenai efektivitas opsi pengeboman udara, sebagaimana dilansir dari Detikcom pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyampaikan optimisme bahwa ketegangan akan segera mereda karena menilai posisi pertahanan Iran kian melemah. Penilaian tersebut disampaikan saat memberikan keterangan resmi kepada para wartawan di Gedung Putih.
"Saya rasa perang ini akan segera berakhir. Menurut saya, mereka tidak akan bisa bertahan lebih lama lagi," kata Trump, Presiden AS.
Pemerintah Amerika Serikat juga menyatakan bahwa jalur diplomasi tetap diutamakan untuk mencapai kesepakatan damai, meskipun opsi militer masih disiagakan jika perundingan gagal. Selain itu, dialog intensif terus dilakukan guna memastikan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
"Saat ini kondisinya bisa dibilang terbuka. Anda tahu, kita memiliki hal yang disebut blokade, yang dipimpin Angkatan Laut AS, dan kita mengendalikannya," ucap Trump, Presiden AS.
Di sisi lain, Jenderal Dan Caine menilai bahwa peningkatan serangan militer berisiko menjadi bumerang dan kekuatan udara saja tidak cukup untuk mencapai target pemerintah. Ia telah mendiskusikan kekhawatiran tersebut bersama sejumlah pejabat tinggi, termasuk Direktur CIA John Ratcliffe, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Wakil Presiden JD Vance.
"Caine sedang mencari jalan keluar," kata salah satu sumber.
Diskusi internal tersebut ditujukan untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada penasihat kepresidenan terkait keterbatasan strategi militer tanpa pengerahan pasukan darat. Langkah ini dilakukan guna memastikan efektivitas koordinasi antarlembaga sebelum mengusulkan opsi kebijakan kepada presiden.
"Saya pikir itu hanyalah caranya untuk melindungi militer," kata salah satu sumber.
Merespons laporan dinamika internal tersebut, pihak Gedung Putih menegaskan bahwa jenderal tertinggi militer AS selalu memberikan pertimbangan objektif dan berbagai opsi strategis kepada Panglima Tertinggi sebelum keputusan akhir diambil.
"Jenderal Caine adalah aset yang luar biasa bagi tim keamanan nasional Presiden Trump, dan keberhasilan luar biasa dari Operasi Epic Fury, Midnight Hammer, dan Absolute Resolve telah terbukti," kata seorang pejabat Gedung Putih.
Pemerintah AS menambahkan bahwa seluruh keputusan keamanan nasional dibuat secara terukur demi kepentingan strategis negara.
"Jenderal selalu memberikan informasi yang akurat dan tidak bias serta sejumlah pilihan kepada Panglima Tertinggi, yang pada akhirnya membuat keputusan berdasarkan apa yang menurutnya terbaik untuk keamanan nasional AS," tambah pejabat itu.