BRIN Kembangkan Baterai Kuantum Usai Dikritik Soal Inovasi Produk
Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN memamerkan pengembangannya pada teknologi fisika kuantum. Langkah ini mengemuka setelah lembaga tersebut mendapat sorotan publik terkait pameran produk seperti sepatu, genteng, dan keripik di depan Presiden Prabowo Subianto. Sorotan dari warganet muncul karena produk yang ditampilkan dianggap terlalu sederhana untuk skala lembaga riset nasional.
Meski demikian, riset yang dijalankan BRIN sebenarnya mencakup skala teknologi canggih. Dikutip dari Detikcom, Pusat Riset Fisika Kuantum BRIN tengah fokus menggarap konsep baterai kuantum atau quantum battery. Selain itu, tim peneliti juga mengembangkan quantum magnetometry berbasis berlian dengan NV Center.
"Nah, terkait riset futuristik, di BRIN-Q, kami sedang mengembangkan quantum magnetometry, teknologi sensor kuantum berbasis berlian (NV Center) yang mampu mengukur medan magnet dengan sensitivitas sangat tinggi," tulis akun Instagram resmi @quantumresearch.id.
Mekanisme baterai kuantum berbeda dibanding baterai biasa yang mengandalkan reaksi elektrokimia. Baterai kuantum menyimpan energi pada keadaan kuantum sistem, seperti atom, molekul, spin, atau sistem cahaya-materi. Sistem dalam fisika kuantum memiliki kemampuan berinteraksi secara kolektif yang menghasilkan korelasi serta koherensi. Kondisi ini memungkinkan unit penyimpan energi diisi bersamaan guna mencapai quantum advantage yang mempercepat daya pengisian.
Pengembangan riset kuantum di tingkat global masih menghadapi tantangan besar. Peneliti dari berbagai negara berupaya menjaga keadaan kuantum tetap stabil serta meminimalkan terjadinya decoherence dan disipasi. Kriteria baterai kuantum ideal mencakup kecepatan pengisian, daya tahan lama, serta efisiensi ekstraksi energi yang mendekati 100 persen. Negara tetangga seperti Australia kini menjadi salah satu pemohon terdepan dalam eksperimen teknologi tersebut.
Indonesia melalui BRIN turut menjadi kontributor dalam pencarian model baterai kuantum yang efisien. Lembaga ini tercatat telah menerbitkan delapan makalah ilmiah mengenai topik baterai kuantum. Menanggapi spekulasi publik mengenai penggunaan anggaran Rp 6 triliun yang dianggap habis untuk produk sederhana, pihak BRIN memberikan klarifikasi.
Anggaran tahunan tersebut dialokasikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan lembaga secara menyeluruh. Produk sepatu yang dipamerkan sebenarnya memanfaatkan inovasi unggulan bernama Smart Rubber yang dibuat dengan teknologi tinggi. Material karet pintar ini dirancang untuk kebutuhan industri otomotif, penerbangan, hingga sektor keamanan.
Sementara pada produk keripik ubi, fokus riset terletak pada pengembangan varietas unggul ubi ungu milik BRIN. Lembaga riset ini berharap masyarakat lebih melihat nilai teknologi materi di balik produk akhir tersebut.