Remaja Tembak Jamaah Masjid San Diego Akibat Radikalisasi Online

Share

Aksi penembakan massal yang menewaskan tiga orang terjadi di Islamic Center of San Diego pada Senin setelah dua remaja yang diduga mengalami radikalisasi online melepaskan tembakan menggunakan perlengkapan taktis militer.

Kepolisian San Diego dan Federal Bureau of Investigation (FBI) memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penyelidikan tersebut pada Selasa. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa para pelaku saling mengenal melalui jaringan internet sebelum melakukan aksi penyerangan.

Penyelidik menemukan dokumen manifesto yang berisi pandangan penuh kebencian di dalam mobil tempat kedua pelaku ditemukan tewas setelah melancarkan aksi tersebut.

"writings and various ideologies outlining religious and racial beliefs of how the world they envision should look. These subjects did not discriminate on who they hated." ujar Mark Remily, Agen Khusus yang memimpin kantor lapangan FBI di San Diego.

Remily menjelaskan bahwa dokumen yang disita tersebut memaparkan pandangan dunia yang fanatik dari para pelaku. Berdasarkan data kepolisian, salah satu remaja tersebut juga diketahui memiliki akses terhadap gudang senjata di rumahnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author