Polresta Bogor Kota Tangkap Pembunuh Wanita di Tol BORR

Share

Aparat Polresta Bogor Kota membekuk M Febryan alias Ambon (26), tersangka pelaku pembunuhan seorang wanita berinisial AA (25) yang jasadnya dilemparkan dari atas jalan layang Tol BORR. Seperti dilansir dari Detikcom, aksi keji tersebut dilakukan tersangka di dalam mobil milik korban sebelum membuangnya ke Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor.

Aparat kepolisian mengungkapkan bahwa pelaku telah mempersiapkan senjata tajam berupa golok dan seutas dasi untuk melancarkan aksi pembunuhan berencana tersebut. Korban dieksekusi di kawasan dekat Stadion Pakansari dengan cara dicekik menggunakan dasi.

"Di dalam mobil dieksekusi. Pada saat melaksanakan eksekusi terjadi di daerah Pakansari, di dekat Stadion Pakansari. Korban dijerat menggunakan dasi yang sudah dibawa oleh tersangka," kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro dalam konferensi pers, Senin (25/5/2026).

Setelah korban tidak berdaya, tersangka membawa jasad korban berkeliling menggunakan mobil. Pelaku memutuskan melempar korban ke bawah saat melintasi jalan layang Tol BORR karena mendeteksi adanya pergerakan dari tubuh korban.

"Kemudian setelah dijerat dan sudah pingsan, korban dibawa muter muter dalam keadaan tidak sadar. Ketika memasuki area Yasmin atau Sholeh Iskandar, menurut pengakuan tersangka, bahwa korban gerak gerak," kata Rio.

Detik-detik jatuhnya korban dari jalan tol tersebut sempat terekam kamera pengawas dan menjadi viral di media sosial. Pelaku kemudian melarikan mobil milik korban menuju ke arah Garut, Jawa Barat.

"Kemudian terjadi-lah kejadian seperti di video tadi, yang (dilempar) dari jalan tol ke bawah. Itu yang merupakan tindakan sangat biadab buat kami, menurut kami itu tindakan yang sangat biadab. Kemudian (korban) jatuh ke bawah dan mobil korban dibawa menuju arah Garut," lanjut Rio.

Kapolresta Bogor Kota menambahkan bahwa motif pembunuhan dilatarbelakangi oleh rasa sakit hati tersangka akibat perkataan korban saat pertemuan pertama mereka setelah sekian lama berpisah sejak masa SMA.

"Pada tanggal 2 Mei 2026, keduanya bertemu di Air Mancur dan saat itu korban menanyakan kepada tersangka bagaimana kabar orangtuamu, ini hasil pemeriksaan tersangka ya, kemudian tersangka menyampaikan 'saya sudah tidak punya orangtua', sehingga kemudian ada kalimat-kalimat yang membuat tersangka sakit hati," kata Kombes Rio.

Pertemuan kedua kemudian sengaja direncanakan oleh tersangka pada Jumat, 22 Mei 2026, dengan tujuan untuk menghabisi nyawa korban menggunakan peralatan yang sudah disiapkan di dalam tasnya.

"Kemudian karena sakit hati yang mendalam, dua minggu kemudian, tersangka mengajak bertemu kepada korban, yaitu terjadi pada jumat 22 mei. Pada saat pertemuan kedua korban tidak tahu kalau tersangka sudah menyiapkan peralatan-peralatan," kata Rio.

Pihak Satreskrim Polresta Bogor Kota menjelaskan perihal penemuan senjata tajam berupa golok yang ikut disita dari tas tersangka saat penangkapan terjadi.

"Untuk golok belum dipergunakan, karena baru menggunakan dasi berwarna biru ini, ketika menjerat itu si korban sudah pingsan. Tadinya golok itu diniatkan, ketika ada perlawanan golok itu akan dikeluarkan lagi," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota AKP Bagus Azi Lesmana.

Jasad AA sebelumnya ditemukan warga di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 01.15 WIB. Korban diketahui sempat berpamitan untuk pergi minum kopi pada Jumat (22/5) sekitar pukul 22.00 WIB sebelum akhirnya dilaporkan tewas dianiaya. Pelaku Febryan ditangkap setelah mobil yang dikemudikannya terguling di jalan tol saat mencoba melarikan diri dari kejaran petugas kepolisian.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author