Peringatan Hari Kucing Sedunia 2026 Soroti Bahaya Obesitas Anabul

Share

Masyarakat di berbagai negara memperingati Hari Kucing Sedunia pada Sabtu, 8 Agustus 2026, sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan hewan peliharaan maupun kucing liar. Peringatan ini sekaligus dimanfaatkan oleh pakar kesehatan hewan untuk mengedukasi publik mengenai ancaman penyakit nutrisi kronis seperti obesitas pada kucing. Gagasan perayaan ini pertama kali dicetuskan pada 2002 oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW) bersama sejumlah organisasi perlindungan hewan.

Sejak 2020, pengelolaan kampanye tahunan ini dilanjutkan oleh organisasi nirlaba asal Inggris, International Cat Care (iCatCare), yang aktif mendorong perawatan dan adopsi bertanggung jawab di tingkat global. Peringatan Hari Kucing Sedunia diisi dengan berbagai aksi kepedulian, mulai dari kegiatan menjadi sukarelawan, penyaluran donasi ke penampungan hewan, hingga pembagian pakan. Selain aksi sosial, momentum ini juga menjadi sarana penyampaian edukasi medis terkait bahaya kelebihan berat badan pada hewan peliharaan.

Dosen Paramedik Veteriner Sekolah Vokasi IPB University, drh Tetty Barunawati Siagian, memberikan peringatan mengenai risiko kesehatan di balik fisik kucing yang terlalu gemuk.

"Pemilik dapat melakukan pemeriksaan sederhana di rumah, seperti meraba tulang rusuk, melihat lekukan pinggang dari atas, serta memperhatikan bentuk perut dari samping. Namun, penilaian yang paling akurat tetap melalui pemeriksaan ke dokter hewan menggunakan BCS dan muscle condition score," kata drh Tetty. Secara medis, kucing dikategorikan mengalami obesitas apabila berat badannya melebihi 20 persen dari batas ideal, atau memiliki skor kondisi tubuh (BCS) di atas angka ideal 4–5 dari skala 9. Penumpukan jaringan lemak berlebih dapat memicu berbagai komplikasi serius, termasuk penyakit diabetes, osteoartritis, gangguan hati, serta meningkatkan risiko komplikasi saat pembiusan.

Penanganan obesitas memerlukan konsultasi dengan dokter hewan untuk menghitung kebutuhan energi harian secara tepat. Langkah pencegahan dan terapi dapat dilakukan melalui pengaturan porsi makan yang ketat, pakan khusus manajemen berat badan, pembatasan camilan, serta peningkatan aktivitas fisik dengan mengajak kucing bermain selama 15–30 menit setiap hari. "Program diet juga harus didukung seluruh anggota keluarga. Jangan sampai ada yang diam-diam memberikan makanan tambahan karena hal ini sering menjadi penyebab kegagalan penurunan berat badan pada kucing," kata drh Tetty.

Perbandingan Risiko Kesehatan Kucing berdasarkan Skor Kondisi Tubuh (BCS)
Aspek Kondisi Ideal (Skor BCS 4-5) Kondisi Obesitas (>20% Berat Ideal)
Risiko Penyakit Rendah Tinggi (Diabetes, Osteoartritis, Penyakit Hati)
Mobilitas Aktif dan lincah Sulit bergerak dan sulit membersihkan diri
Harapan Hidup Lebih panjang Berpotensi lebih pendek
Komplikasi Medis Normal Risiko tinggi saat anestesi (pembiusan)

Upaya menjaga kesejahteraan kucing juga didorong melalui gerakan adopsi kucing terlantar dibandingkan membeli dari toko hewan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengikis angka penelantaran hewan sekaligus memberikan dampak positif bagi kesehatan mental dan fisik pemiliknya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author