5 Fakta dan Mitos Seputar Mastitis pada Ibu Menyusui
Published
·
2 Reads
Mastitis adalah peradangan di payudara yang dapat dialami oleh ibu menyusui dan berpotensi mengganggu proses pemberian ASI. Berikut adalah 5 fakta dan mitos seputar mastitis yang perlu dipahami sebelum dan selama masa menyusui:
- 1. Mastitis dapat terjadi secara berulang — Fakta. Kondisi ini bisa terjadi berulang akibat pengosongan payudara yang tidak sempurna karena posisi pelekatan yang salah, jadwal pengosongan ASI yang terlewat, serta faktor stres yang menurunkan imunitas ibu.
- 2. Gejala mastitis sulit dikenali — Mitos. Gejala mastitis sangat khas dan mudah dikenali, yaitu munculnya nyeri, kemerahan, dan bengkak pada salah satu payudara yang disertai penurunan produksi ASI serta demam atau menggigil.
- 3. Mastitis yang tidak ditangani bisa menjadi abses — Fakta. Jika mastitis tidak segera ditangani dalam kurun waktu 24 hingga 48 jam, kondisi tersebut dapat memburuk dan berkembang menjadi abses payudara atau benjolan yang berisi nanah.
- 4. Penanganan mastitis bisa dengan kompres air hangat dan daun kol — Fakta. Air hangat digunakan sebelum menyusui untuk melancarkan aliran ASI jika tidak ada nyeri, sedangkan kompres dingin dengan daun kol diterapkan setelah menyusui untuk mengurangi bengkak dan peradangan.
- 5. ASI yang tercampur darah karena mastitis tetap bisa diberikan ke bayi — Fakta. Meski rasa ASI dapat berubah menjadi lebih asin atau bercampur darah akibat mastitis, ASI tersebut tetap aman, tidak beracun, dan disarankan untuk terus diberikan kepada bayi.
Memahami penyebab, gejala, serta fakta dan mitos terkait mastitis sangat penting agar Bunda dapat melakukan pencegahan sejak dini dan lebih siap menghadapinya selama masa menyusui.
Follow publika.id on Google News
Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author