Aurelio De Laurentiis Tolak Tawaran Rp35 Triliun dan Ungkap Antonio Conte Tinggalkan Napoli

Share

Presiden SSC Napoli, Aurelio De Laurentiis, mengonfirmasi adanya penawaran bernilai fantastis dari investor asing yang berniat untuk mengambil alih kepemilikan klub asal Naples tersebut.

Pria yang akrab disapa ADL ini menegaskan bahwa pertimbangan utama untuk melepas klub bukan sekadar urusan materi, melainkan masa depan klub yang membutuhkan pemimpin dengan komitmen emosional tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh De Laurentiis dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan terakhir Serie A 2025/2026 yang berakhir dengan kemenangan Napoli 1-0 atas Udinese Calcio, seperti dikutip dari Bola.

Berdasarkan laporan dari The Athletic dan Corriere dello Sport, Napoli sempat mendapatkan tawaran sebesar 2 miliar euro atau setara Rp35 triliun dari sebuah konsorsium asal Amerika Serikat yang dipimpin oleh Matt Rizzetta.

Walaupun manajemen klub telah menolak proposal tersebut, pihak konsorsium dilaporkan masih berusaha untuk membuka kembali ruang komunikasi dan negosiasi dalam beberapa bulan ke depan.

De Laurentiis membeberkan bahwa minat dari pemodal luar negeri terhadap Partenopei sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, termasuk ketertarikan dari Amerika Serikat dan Timur Tengah.

“Orang Amerika juga pernah mengajukan tawaran 900 juta dolar pada 2017,” ujar De Laurentiis.

“Saya berterima kasih kepada mereka dan mengatakan perjalanan kami masih panjang,” lanjutnya.

Pemimpin Napoli ini juga menambahkan bahwa pada tahun 2021, kelompok investor dari Arab sempat mengajukan penawaran untuk membeli Napoli beserta perusahaan film miliknya, Filmauro.

“Pada 2021, pihak Arab menawarkan 3,5 billion dolar untuk membeli Filmauro dan Napoli. Saya menjawab: ‘Lalu saya harus apa? Pensiun?’” katanya.

Meskipun menganggap ketertarikan investor sebagai hal yang lumrah seiring prestasi klub, ia menyatakan bahwa pengelolaan sebuah klub sepak bola tidak bisa bertumpu pada kekuatan finansial semata.

“Yang ingin saya katakan adalah ketertarikan seperti ini normal. Tetapi masalahnya bukan uang, melainkan apakah penerus saya nanti bisa memimpin dengan hati juga,” tegasnya.

“Ketika membuat film, Anda harus melakukannya dengan hati. Hal yang sama juga berlaku di sepak bola,” sambungnya.

Dalam kesempatan konferensi pers yang sama, De Laurentiis mendampingi Antonio Conte yang memberikan pernyataan resmi mengenai akhir kerja samanya setelah dua musim menukari Napoli.

De Laurentiis menjelaskan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri kontrak kerja sama ini sebenarnya telah tercapai sejak bulan April lalu.

“Anda tahu, sebuah siklus terkadang berakhir lebih cepat,” ujar ADL kepada Conte.

“Ini rumah Anda, tetapi mungkin Anda sudah tidak merasa tenang lagi. Bukan terhadap Napoli atau kota ini, tetapi terhadap liga yang memaksa Napoli menghadapi situasi tertentu,” lanjutnya.

Ia juga membandingkan daya finansial klub-klub di Italia yang dinilainya kalah bersaing dengan kekuatan finansial tim besar Eropa seperti Paris Saint-Germain FC, Real Madrid CF, FC Barcelona, FC Bayern Munich, maupun tim elite Premier League.

“Napoli tidak bisa menjadi PSG, Real Madrid, Barcelona, Bayern Munich, atau lima klub besar Inggris. Kami harus menghormati anggaran dan tidak bisa melampauinya,” katanya.

“Idealnya kami ingin terus bersaing, tetapi kualitas permainan di Liga Italia juga sudah menurun drastis,” tambahnya.

Persiapan Menuju Era Baru

Walaupun harus berpisah dengan Conte, De Laurentiis menegaskan bahwa Napoli telah memiliki pondasi skuad yang kompetitif untuk menyongsong kompetisi musim depan.

Beberapa pemain lama dikabarkan akan kembali bergabung dan diharapkan bisa beradaptasi dengan baik di bawah kepemimpinan juru taktik yang baru.

“Kami punya tim yang kuat dan banyak pemain akan kembali,” ujar De Laurentiis.

“Mungkin beberapa pemain tidak cocok dengan gaya bermain Conte, tetapi bisa sangat cocok untuk pelatih baru nanti,” tutupnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author