Herry IP Rombak Sektor Ganda Putra Malaysia Menjelang Kejuaraan Dunia 2026

Share

Eksperimen perombakan empat pasangan utama ganda putra Malaysia diarsiteki oleh pelatih Herry Iman Pierngadi guna mencari kombinasi terbaik menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Pasangan yang dirombak meliputi Aaron Chia, Soh Wooi Yik, Man Wei Chong, Tee Kai Wun, Wan Arif Wan Junaidi, dan Yap Roy King. Para pemain yang sedang berlaga di Korea Masters 2026 tersebut dijadwalkan kembali berpasangan dengan partner asli mereka saat tampil di Kejuaraan Dunia 2026.

Turnamen prestisius itu bakal berlangsung pada 17 hingga 23 Agustus 2026 di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, dengan waktu persiapan tim kurang dari satu minggu. Direktur Kepelatihan Ganda Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) Rexy Mainaky menyatakan optimismenya terhadap kekompakan para pemain meski sempat dipisahkan dalam beberapa turnamen.

"Saya tidak khawatir karena kemitraan ini sudah terjalin sejak lama," kata Rexy Mainaky, Direktur Kepelatihan Ganda BAM dilansir dari New Straits Times.

Fokus utama jajaran pelatih saat ini adalah memastikan transisi berjalan lancar agar para pemain bisa langsung menyatu kembali di lapangan. "Bukannya mereka baru mulai bermain bersama minggu lalu sebelum dipisahkan," ujar Rexy Mainaky.

Kualitas adaptasi menjadi poin krusial yang dipantau selama masa pemulihan chemistry pasangan utama tersebut. "Satu-satunya hal yang perlu kita perhatikan adalah seberapa cepat mereka kembali ke suasana hati yang tepat ketika mereka bertemu kembali dengan pasangan asli mereka," jelas Rexy Mainaky saat membahas fokus pemulihan kemistri pemain.

Beberapa pasangan uji coba sempat mencatatkan hasil positif dalam turnamen terakhir. Laporan Juara.net dan Bolasport mencatat duet Aaron Chia dan Aaron Tai berhasil keluar sebagai runner-up Taipei Open 2026 usai berlaga melawan pasangan Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin. Selain itu, tiga ganda eksperimen berhasil menembus babak perempat final di Korea Masters 2026.

"Di Jepang dan China, mereka masih lebih mengandalkan kemampuan individu," ucap Rexy Mainaky menambahkan analisis performa anak asuhnya. Evaluasi menyeluruh terus dilakukan seiring munculnya variasi pola permainan dari kombinasi baru tersebut.

"Tetapi di Taipei dan Korea, kami mulai melihat perubahan dalam cara mereka bermain sebagai pasangan," papar Rexy Mainaky.

Hasil dari turnamen berlevel Super 300 tersebut dinilai memberikan gambaran awal terkait potensi teknis para pemain. "Dengan tiga pasangan yang mencapai perempat final di Korea, ini menunjukkan adanya kemajuan," terang Rexy Mainaky. Kendati menunjukkan grafik meningkat, pihak manajemen BAM menegaskan tidak akan mengambil keputusan terburu-buru mengenai perombakan permanen.

"Tetapi masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa ini adalah kemitraan yang tepat untuk masa depan," paparnya.

Manajemen BAM bersama tim pelatih strategis dijadwalkan menggelar diskusi intensif setelah gelaran Kejuaraan Dunia 2026 usai, termasuk mengantisipasi kondisi non-teknis seperti kualitas udara di venue pertandingan. "Kami masih membutuhkan masukan dari para pelatih, terutama Herry Iman Pierngadi dan Miftah, sebelum mengambil keputusan apa pun," pungkas Rexy Mainaky.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author