Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar Diwarnai Dua Ledakan

Share

Kebakaran hebat melanda Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Peristiwa yang sempat diwarnai suara dentuman keras ini langsung mendapat penanganan dari personel pemadam kebakaran.

Kobaran api membumbung dari lantai atas gedung dan menyebar dengan cepat ke area sekitarnya. Hingga Jumat malam, petugas pemadam kebakaran dilaporkan masih berjibaku menanggulangi amukan si jago merah di lokasi kejadian.

Pihak Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa penanganan di lokasi masih terus berjalan.

"Iya betul (kebakaran gedung Bapenda DKI)," kata Command Center Damkar Jakarta.

Petugas di lapangan berupaya memadamkan kobaran api yang terus menyebar di area bangunan tersebut.

"Masih (pemadaman)," ujarnya.

Hingga informasi dihimpun, penyebab pasti munculnya api serta keberadaan korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tersebut belum diketahui. Peristiwa ini juga menyita perhatian warga sekitar yang memadati area sekitar lokasi untuk menyaksikan penanganan kebakaran.

Dentuman keras saat awal insiden sempat memicu kepanikan para pekerja SPBU 24 jam yang berlokasi tepat di sebelah Gedung Bapenda DKI.

"Ini tadi SPBU buka, kita kan 24 jam. Kita lagi pada di dalam, terus ada suara ledakan besar. Kejadian kurang lebih jam 21.30 WIB lah," ungkap Faris, pekerja SPBU di lokasi kejadian.

Sejumlah pekerja SPBU sempat mengira suara dentuman berasal dari fasilitas tempat mereka bekerja sebelum melihat material berapi berjatuhan dari atas gedung.

"Panik kita kirain di depan dari SPBU, ternyata kok dari atas banyak yang berjatuhan. Setelah itu bunyi meledak lagi, pas saya lihat di atas itu sudah nyala gede (apinya)," kata Faris.

Dentuman besar tersebut terjadi sebanyak dua kali sebelum api membesar.

"Memang ada dua kali ledakan yang gede, itu yang saya denger ya," sambungnya.

Para pekerja SPBU segera memadamkan seluruh aliran listrik, menutup operasional, dan bersiaga menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) untuk mengantisipasi potensi penyebaran api ke SPBU.

"Ya sudah, langsung pada teriak 'keluar, keluar, keluar', bubar, matiin semua listriknya, ambil APAR. Karena kita takut ada yang jatuh ke sini terus kena ke SPBU. Makanya listrik dimatiin semua juga, kita tutup dulu," jelasnya.

Kesaksian terkait suara dentuman dan cepatnya penyeberan api juga disampaikan oleh warga sekitar.

"Ada, ada saya denger suara ledakan, terus pas keluar sudah nyala. Tapi awalnya cuma di belakangnya doang," tutur Yusuf, warga di sekitar lokasi.

Angin malam yang berembus kencang diduga membuat api menjalar dengan cepat mengelilingi bangunan gedung.

"Eh, terus lama-lama merembet dia, kayaknya angin kenceng. Dia muter dari belakang sampai yang depan juga kebakar. Jadi, dia ke samping-samping juga kebakar," kata dia.

Material bagian luar gedung yang mudah terbakar turut mempercepat perluasan kobaran api ke bagian lain.

"Untung pemadam langsung banyak datangnya, ini sudah mendingan. Tapi kayaknya di dalem (gedung) masih gede apinya," tuturnya.

Berdasarkan pemantauan Kompas.com di lokasi pada pukul 23.17 WIB, kobaran api sempat kembali membesar disertainya dentuman susulan. Material dari area luar gedung tampak berjatuhan saat petugas Damkar terus mengupayakan pemadaman total.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author