Prabowo Minta Hasil Riset BRIN Diproduksi Secara Massal

Share

Pemerintah menargetkan hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional dapat diproduksi secara massal untuk menjawab berbagai persoalan nasional. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan instruksi Presiden Prabowo Subianto tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Prasetyo mengungkapkan bahwa peningkatan anggaran penelitian yang dialokasikan pemerintah kini mulai menunjukkan hasil nyata melalui berbagai inovasi strategis.

"Bapak Presiden memberikan atensi dengan tambahan anggaran penelitian dan alhamdulillah, kemarin hasilnya sudah mulai nampak. Kemarin disampaikan kepada beberapa, kepada Presiden beberapa hasil-hasil penelitian yang itu menjawab apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa kita," kata Mensesneg Prasetyo Hadi.

Perhatian khusus diberikan Presiden terhadap pengembangan benih unggul padi dan bawang yang memiliki produktivitas tinggi. Selain sektor pertanian, penelitian bidang kesehatan seperti pengadaan obat murah, vaksin, serta teknologi pengolahan air bersih dan desalinasi dari berbagai sumber air turut menjadi fokus utama.

"Ada juga penelitian yang berkaitan dengan masalah desalinasi air, bagaimana mengolah air mulai dari air sungai, air limbah, air keruh untuk bisa dikonsumsi. Karena salah satu syarat utama dan kebutuhan dasar kita adalah masalah air, termasuk bagaimana menemukan sumber-sumber air bersih baru," ujarnya.

Inovasi pemanfaatan limbah juga menjadi perhatian, seperti pembuatan genteng dari sabut kelapa hingga sepatu dari limbah kelapa sawit yang digunakan pimpinan BRIN dengan harga ekonomis di bawah Rp100 ribu per pasang.

"Termasuk sepatu dari apa limbah sawit yang kemarin juga dipakai oleh Kepala BRIN dan Wakil Kepala BRIN, harganya sangat murah di bawah Rp 100 ribu per pasangnya," ujarnya.

Selain pemanfaatan limbah industri perkebunan, teknologi pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dengan biaya terjangkau juga telah dipaparkan langsung kepada Presiden untuk mengatasi persoalan kebersihan lingkungan.

"Nah ini kan tentunya adalah produk-produk atau hasil-hasil penelitian yang memang kita harapkan ini mampu mengatasi masalah-masalah yang kita hadapi, termasuk sampah. Jadi kemarin juga ada dipaparkan kepada Bapak Presiden pengelolaan sampah untuk berbasis rumah tangga dengan harga yang cukup murah," ujarnya.

Menindaklanjuti paparan tersebut, Presiden Prabowo telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menghitung nilai keekonomian dan kapasitas produksi dari karya-karya inovasi tersebut.

"Nah kalau pertanyaannya apakah ini sudah ada beberapa tindak lanjut, beberapa memang ada petunjuk dari beliau untuk bisa segera ditindaklanjuti, dihitung juga nilainya, termasuk nilai keekonomiannya, dan juga kemampuan memproduksinya," ujarnya.

Pemerintah menegaskan bahwa tahap akhir dari seluruh rangkaian penelitian riset ini harus berujung pada kemampuan manufaktur dalam skala besar guna memenuhi kebutuhan masyarakat secara nasional.

"Karena tentunya kalau kita bicara penelitian, pada ujungnya harus ada kemampuan untuk memproduksi dalam jumlah yang cukup besar karena memang yang kita perlukan jumlahnya yang memang cukup banyak," lanjut Prasetyo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author