Menteri Sosial Kunjungi Sekolah Rakyat Sulsel Disambut Aksi Paper Mob

Share

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menerima sambutan dari ratusan siswa Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan dengan atraksi Paper Mob di Makassar.

Sebanyak 190 siswa dari berbagai jenjang secara serentak mengangkat kertas berwarna merah dan kuning membentuk pola dan tulisan penyambutan khusus bagi Menteri Sosial tersebut.

Gus Ipul didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan jajaran pemerintah daerah setempat saat kegiatan berlangsung.

Salah satu siswa kelas XI SRMA, Muhammad Yunus (17), dipercaya menjadi pemandu Paper Mob setelah hanya berlatih selama dua hari. Ia mengaku bangga bisa menampilkan yang terbaik di hadapan menteri.

"Bangga, senang juga ketemu Pak Menteri Sosial dan bisa tampilin penampilan terbaik juga. Saya ke depannya mau lebih baik lagi, mandu teman-teman biar lebih kompak lagi," kata Yunus.

Yunus mendapat dukungan penuh dari guru dan wali asuh, yang membuatnya semakin percaya diri dan berani bermimpi menjadi tentara.

"Di-treat baik banget sama guru, wali asuh dan semua. Enggak ada yang kurang, senang terus, enggak ada minusnya," ujarnya.

"Biar berbakti juga sama negara," tambah Yunus.

Selain Paper Mob, para siswa juga menampilkan berbagai kemampuan lain seperti baris variasi, karate, silat, dan pidato dalam empat bahasa: Inggris, Arab, Jepang, dan Mandarin. Rombongan menteri juga disuguhi Tari A'Bulo, Tari Empat Etnis, dan paduan suara.

Gus Ipul menyatakan apresiasinya terhadap perkembangan anak-anak yang tidak hanya diukur dari akademik dan fisik, tetapi juga keberanian dan kepercayaan diri.

"Alhamdulillah setelah satu tahun beroperasi kita lihat lebih percaya diri, pertumbuhan juga cukup bagus dari sisi fisik, dari sisi mental," kata Gus Ipul.

Ia menegaskan bahwa kurikulum di Sekolah Rakyat fokus memetakan dan mengembangkan potensi masing-masing peserta didik tanpa tes akademik.

"Di Sekolah Rakyat semuanya didampingi. Tidak ada tes akademik, yang ada adalah siapa yang memenuhi kriteria. Ada yang lancar Bahasa Inggris, ada yang pintar matematika, tapi ada juga yang belum bisa membaca. Semua dilayani sesuai dengan minat dan bakatnya," ujar Gus Ipul.

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman mengamati perubahan positif para siswa yang sebelumnya canggung dan kini berani tampil di depan publik serta punya cita-cita besar.

"Anak-anak kita di sini luar biasa. Dari anak-anak yang sebelumnya bukan siapa-siapa, sekarang menjadi seseorang yang memiliki cita-cita ke depan," kata Andi Sudirman.

Menurutnya, Sekolah Rakyat membuka ruang bagi anak-anak mengenali kemampuan mereka dengan potensi yang belum berkembang sebelumnya.

"Sekolah Rakyat adalah sekolah yang tidak memiliki sekat, tapi sekolah yang berpengetahuan luas," ujar Andi Sudirman.

Saat ini, Sekolah Rakyat Provinsi Sulawesi Selatan menampung 414 peserta didik, terdiri dari 24 anak tingkat SRD, 125 siswa SRMP, 120 murid kelas X SRMA, dan 145 anak kelas XI SRMA.

Informasi ini dilansir dari Detikcom.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author