Penembakan di Sekolah Nonthaburi Tewaskan 8 Orang Termasuk Pelaku
Sedikitnya delapan orang meninggal dunia dalam insiden penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi, Thailand, pada Jumat (07/08), termasuk pelaku yang merupakan siswa kelas 9 berusia 14 tahun.
Pelaku menembak guru dan siswa sebelum mengakhiri hidupnya. Korban tewas lainnya adalah lima guru serta kakek dan nenek pelaku di rumahnya. Sebanyak 15 orang luka-luka, dua di antaranya kritis, dilansir dari Detikcom.
Video kejadian menunjukkan staf sekolah mengevakuasi siswa, sementara polisi mencari pelaku. Korban luka mendapat penanganan medis di lokasi sebelum dibawa ke rumah sakit.
Peristiwa ini terjadi setelah insiden penembakan lain di sekolah Thailand selatan pada Februari lalu, yang memicu sorotan mengenai akses senjata api di negara tersebut.
Kepolisian Kerajaan Thailand menyatakan tengah menyelidiki insiden ini untuk mengungkap penyebab dan menindaklanjuti sesuai hukum.
Wakil Menteri Dalam Negeri Polapee Suwanchawee mengungkap pelaku gemar bermain gim berdasarkan temuan polisi di rumahnya. Pelaku tinggal bersama kakek dan neneknya, yang diduga dibunuh sebelum kejadian di sekolah.
Pistol kaliber 9 mm yang digunakan milik kakeknya yang guru, menurut keterangan polisi.
Seorang guru menyebut pelaku adalah anak yang baik dengan prestasi akademik bagus dan tanpa riwayat perilaku agresif.
Seorang siswa mengatakan kepada Reuters, "Saya tidak mengira itu suara tembakan pada awalnya." Ia mendengar letusan dan sempat mengira suara petasan.
Sejumlah siswa berlarian meninggalkan lokasi saat staf sekolah tampak terpukul dan cemas.
Siswi kelas 8 yang berada dekat dengan korban mengatakan, "Saya sedang berdiri di depan guru ketika beliau ditembak. Saat itu beliau sedang berbicara dengan saya ketika pelaku datang dan menembaknya." Ia harus memanjat pagar sekolah untuk melarikan diri.
Ibu siswi menyebut putrinya sempat berkata, "Saya pikir saya tidak akan pernah bisa bertemu Ibu lagi."