Pemerintah Mulai Rehab Rekon Pasca-Bencana di Tiga Provinsi Sumatera

Share

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengumumkan penanganan pascabencana di tiga provinsi di Pulau Sumatera resmi memasuki fase pemulihan permanen atau rehabilitasi dan rekonstruksi. Keputusan strategis tersebut disampaikan seusai Rapat Koordinasi bersama Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (25/5/2026).

Pemerintah menindaklanjuti tahapan ini dengan menyusun Rencana Induk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak. Langkah tersebut diambil guna memastikan pemulihan berjalan terarah dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, seperti dilansir dari Detikcom.

"Saya melaporkan dua hal, yang pertama adalah mengenai update situasi, yang kedua adalah mengenai apa yang akan kita lakukan ke depan terutama persetujuan rencana induk untuk percepatan rehab dan rekon pascabencana di tiga provinsi Sumatera," ujar Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.

Tito selaku Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menjelaskan bahwa penanganan bencana senantiasa melalui tiga tahapan utama. Tahapan tersebut meliputi fase tanggap darurat, masa transisi, hingga pemulihan permanen yang kini mulai berjalan.

Pelayanan pemerintahan dari tingkat kabupaten sampai desa yang sempat lumpuh dilaporkan telah berangsur normal kembali. Berbagai fasilitas pelayanan dasar, seperti jaringan listrik, BBM, SPBU, internet, rumah sakit, hingga Puskesmas juga dipastikan sudah beroperasi kembali demi melayani masyarakat.

Pemerintah masih mengupayakan pembukaan akses bagi sejumlah desa yang terisolasi akibat tanah longsor. Sektor pendidikan juga mencatat kemajuan signifikan dengan pulihnya kegiatan belajar mengajar di sekitar 3.800 sekolah dari total 4.922 sekolah terdampak bencana.

"Sekarang kita akan melakukan proses menuju pemulihan permanen. Dari tiga tahapan itu, tanggap darurat, transisi, kemudian kita masuk masa menuju permanen yang kita namakan rehab rekon," papar Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.

Rencana Induk pemulihan permanen ini telah mengintegrasikan sedikitnya 11.512 program dan kegiatan dari berbagai lini pemerintah daerah hingga kementerian. Target prioritas tahun 2026 bertumpu pada perbaikan infrastruktur dasar seperti konektivitas jalan, jembatan, sekolah, serta hunian tetap bagi warga.

Pemerintah memproyeksikan seluruh pembangunan hunian tetap rampung paling lambat pada tahun 2027. Skema anggaran multiyears untuk membiayai keseluruhan program pemulihan fisik ini telah mendapatkan persetujuan resmi dari pihak legislatif.

"Total anggaran yang sudah kami usulkan, dan alhamdulillah sudah disetujui di tingkat pemerintah dan tadi kami laporkan kepada Satgas DPR RI yang dipimpin oleh Profesor Sufmi Dasco Ahmad, alhamdulillah juga didukung nilainya sebanyak Rp100,166 triliun selama tiga tahun," pungkas Tito Karnavian, Menteri Dalam Negeri.

Rapat koordinasi pemulihan pascabencana ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno bersama jajaran menteri serta kepala lembaga Kabinet Merah Putih.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author