PERHUMASRI Soroti Pelayanan Rumah Sakit Kasus Pasien Menunggu IGD

Share

Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI) meminta perbaikan sistem pelayanan kesehatan dan pengembalian empati tenaga medis usai insiden Yurizal Tri Chaerawan (29) yang meninggal setelah menunggu penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) selama delapan jam, sebagaimana dilansir dari Detik Health pada Jumat (7/8/2026). PERHUMASRI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban melalui surat terbuka. Organisasi tersebut menilai peristiwa ini mencerminkan masalah pelayanan kesehatan serta etika tenaga kesehatan di ruang digital, bukan sekadar durasi waktu tunggu di fasilitas medis.

"Setiap pasien yang datang ke rumah sakit membawa rasa cemas, rasa sakit, dan pengharapan. Ketika empati terabaikan, baik dalam tutur kata maupun tindakan, maka hakikat utama dari pilar pelayanan kesehatan itu sendiri telah runtuh," tulis Ketua Umum PERHUMASRI Anjari.

Guna mencegah kejadian serupa, PERHUMASRI mendesak seluruh rumah sakit menerapkan sistem pemberitahuan berkala atau hourly update kepada keluarga pasien yang mengantre ruang rawat inap dari IGD. Langkah ini ditujukan agar pihak keluarga mendapatkan kepastian saat kapasitas kamar rawat sedang penuh.

Pihak organisasi juga mendorong peningkatan pelatihan komunikasi krisis, empati pelayanan, etika media sosial bagi pegawai, serta penyediaan kanal pengaduan rumah sakit yang responsif. Selain itu, pemerintah diusulkan membuka data ketersediaan tempat tidur rumah sakit secara real-time dan memperkuat edukasi triase IGD serta hak peserta JKN. "Penyesalan tanpa perubahan adalah kesia-siaan. Mari kita jadikan kepergian Almarhum Yurizal Tri Chaerawan sebagai titik balik bersama untuk membangun sistem pelayanan kesehatan Indonesia yang tidak hanya canggih secara medis, tetapi juga hangat, adil, dan penuh empati," tulis mereka.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author