Investasi Industri Tekstil Ciptakan Ribuan Lapangan Kerja Baru di Indonesia
Investasi baru di industri tekstil dan pakaian jadi berpotensi membuka sekitar 9.000-9.800 lapangan kerja baru dari enam perusahaan sejak 2025 hingga Agustus 2026, dilansir dari Detik Finance.
PT Xinhai Knitting Indonesia di Kabupaten Brebes diperkirakan menyerap 6.000 tenaga kerja lewat pembangunan pabrik tekstil modern untuk pasar ekspor. Selain itu, kawasan manufaktur terintegrasi di Subang Smartpolitan oleh PT Binkova Textiles Indonesia, PT Dafei Textile Indonesia, dan PT Serendipity Fashion Indonesia diperkirakan menyerap 3.000-3.800 tenaga kerja.
PT FHG Tekstil Indonesia di Kabupaten Demak telah mempekerjakan sekitar 600 tenaga kerja lokal sejak beroperasi, sementara PT Citra Terus Makmur di Kabupaten Sumedang menyelesaikan perluasan fasilitasnya meski belum mengumumkan jumlah tenaga kerja tambahan.
Pengoperasian kembali fasilitas PT Wong Hang Bersaudara dan PT Akarsa Garment di Kabupaten Pemalang juga memulihkan sekitar 1.500 lapangan kerja yang sebelumnya terdampak penghentian operasional.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Garment dan Textile Indonesia (AGTI) Rizal Tanzil Rakhman mengatakan, "Investasi industri tekstil dan pakaian jadi tidak hanya menghadirkan fasilitas produksi. Investasi ini juga menciptakan pekerjaan, meningkatkan ekspor, menggerakkan logistik, dan menumbuhkan kegiatan ekonomi baru di sekitar kawasan industri."
Rizal menegaskan pentingnya dukungan pemerintah dalam menarik investasi ini.
"Sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha perlu terus diperkuat. Dengan pasokan bahan baku dan energi yang kompetitif, tenaga kerja terampil, kemudahan investasi, akses ekspor, serta pengawasan terhadap impor ilegal dan praktik perdagangan tidak sehat, industri TPT memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan menjadi motor penciptaan lapangan kerja nasional," ujar Rizal.