Korban Tewas Lonjakan Migran di Ceuta Mencapai 80 Orang

Share

Sebanyak 80 migran ilegal ditemukan tewas tenggelam di Laut Mediterania saat berusaha menyeberang dari Maroko menuju wilayah Ceuta, Spanyol, sejak 30 Juli 2026. Bencana kemanusiaan ini memicu ketegangan diplomatik antara Pemerintah Spanyol dan Uni Eropa terkait penanganan imigrasi.

Tim forensik bersama Garda Sipil Spanyol melaporkan bahwa otoritas Ceuta berhasil mengevakuasi puluhan jenazah dari perairan tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Dari total 82 jasad yang ditemukan, termasuk dua korban dari insiden sebelumnya, proses autopsi terhadap 80 jenazah telah rampung dilakukan.

Proses identifikasi resmi sejauh ini baru berhasil mengenali empat korban tewas. Pemeriksaan forensik terhadap dua jenazah sisanya dijadwalkan selesai pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Di area perbatasan yang dikuasai Maroko, Kementerian Dalam Negeri Maroko mengonfirmasi sedikitnya 11 orang tewas yang sebagian besar akibat tenggelam saat mencoba menerobos perbatasan.

Data pemerintah Spanyol mencatat sekitar 70 ribu dari total 72 ribu migran yang sempat menembus wilayah Ceuta kini telah dikembalikan ke Maroko. Namun, ribuan migran yang tersisa, termasuk ratusan anak di bawah umur tanpa pendamping, kini hidup terlantar dengan keterbatasan akses air bersih, sanitasi, makanan, dan tempat bernaung.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author