Pemprov Kalteng Buka Vokasi D1 Pertanian Gratis untuk 178 Taruna Tani
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah meresmikan Program Pendidikan Tinggi Vokasi Diploma 1 Bidang Pertanian di Aula Eka Hapakat, Palangka Raya, Kamis (6/8/2026). Langkah ini diambil untuk menyiapkan sumber daya manusia terampil dalam mendukung program cetak sawah seluas 26,4 ribu hektare serta swasembada pangan nasional.
Program pendidikan hasil kerja sama Pemprov Kalteng, Kementerian Pertanian, dan Akademi Komunitas Muhammadiyah Palangka Raya ini mengusung skema kurikulum 70 persen praktik dan 30 persen teori. Pelatihan mencakup pengoperasian alat mesin pertanian modern, teknologi mekanisasi, hingga kewirausahaan berbasis Brigade Pangan.
Pengembangan kapasitas pengelola lahan dinilai menjadi faktor kunci agar perluasan kawasan pertanian dapat memberikan hasil produksi yang optimal bagi daerah.
"Investasi terbaik bukan hanya membangun lahan pertanian, tetapi juga membangun manusianya agar pertanian dapat berkembang secara optimal," kata Edy Pratowo, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.
Ia memaparkan bahwa penyediaan SDM unggul sangat mendesak untuk mengimbangi pembukaan lahan baru yang terus berjalan di wilayah Kalteng.
"Hingga saat ini pengembangan lahan cetak sawah di Kalimantan Tengah telah mencapai sekitar 26,4 ribu hektare. Potensi tersebut harus didukung sumber daya manusia yang mampu mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan. Investasi terbaik bukan hanya membangun lahan pertanian, tetapi juga membangun sumber daya manusianya. Lahan yang luas tidak memberikan hasil optimal tanpa petani yang terampil dan berdaya saing," ujar Edy Pratowo, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.
Selain peningkatan modal manusia, program yang terafiliasi dengan Kartu Huma Betang Sejahtera ini dipastikan berjalan bebas biaya bagi seluruh peserta terpilih.
"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen mendukung Program Swasembada Pangan Nasional sebagai bagian dari Program Strategis Nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Investasi terbaik bukan hanya membangun lahan pertanian, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang kompeten," ujar Edy Pratowo, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.
Seluruh pembiayaan kuliah disokong penuh oleh pemerintah daerah guna memberikan kesempatan luas bagi pemuda lokal mendalami dunia pertanian modern.
"Pendidikan ini tidak dipungut biaya. Peserta akan memperoleh pembelajaran, praktik lapangan, hingga kesempatan menerima insentif sehingga dapat fokus mengikuti pendidikan dan menjadi petani muda yang profesional," kata Edy Pratowo, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah.
Dukungan strategis dari pusat turut diarahkan ke Kalimantan Tengah yang kini memegang posisi penting dalam proyek optimalisasi lahan nasional.
Kementerian Pertanian memproyeksikan lulusan program vokasi tersebut dapat langsung diterjunkan ke lapangan sebagai tenaga ahli maupun wirausahawan mandiri.
Sekretariat Daerah Kalteng mengonfirmasi bahwa seluruh operasional program disokong penuh melalui Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan Dana Reboisasi. Pendaftaran Gelombang I dibuka bagi 178 pendaftar, khususnya warga sekitar kawasan hutan dan penerima manfaat Kartu Huma Betang Sejahtera. Masa studi dipusatkan selama satu tahun di kampus AKMPR serta wilayah Dadahup, Kabupaten Kapuas. Hingga 5 Agustus 2026, tercatat baru 25 orang atau 14 persen target yang terdaftar, sehingga sosialisasi ke daerah terus dipicu.