Hong Kong Konsultasikan Rencana Pembangunan Lima Tahun Pertama 2026
Pemerintah Wilayah Administratif Khusus (SAR) Hong Kong menggelar konsultasi publik terkait penyusunan Rencana Lima Tahun pertama untuk pembangunan ekonomi dan sosial periode 2026–2030, yang dijadwalkan berlangsung hingga 14 Agustus 2026. Kebijakan ini menandai pergeseran strategi tata kelola dari pendekatan pasif menuju perencanaan strategis berbasis target.
Rencana strategis ini dirancang untuk menyelaraskan pembangunan lokal dengan Rencana Lima Tahun ke-15 nasional Tiongkok. Dokumen akhir dari cetak biru tersebut ditargetkan rampung pada kuartal ketiga tahun 2026.
Fokus utama konsultasi publik ini mencakup pertumbuhan ekonomi, transformasi hijau, penguatan sektor inovasi dan teknologi, pengembangan kawasan Northern Metropolis, serta peningkatan layanan publik seperti perumahan, kesehatan, pendidikan, dan perawatan lansia.
Pengembangan Northern Metropolis bakal ditransformasikan dari proyek infrastruktur menjadi mesin ekonomi dinamis dengan menarik industri bernilai tinggi. Selain itu, pemerintah berupaya memperkuat kerja sama regional dengan kota-kota di kawasan Guangdong-Hong Kong-Macao Greater Bay Area (GBA).
Presiden Our Hong Kong Foundation, Jane Lee, menilai penguatan platform kerja sama regional memerlukan penyelarasan kerangka kelembagaan untuk mengatasi hambatan regulasi lintas batas.
Sektor jasa profesional turut menyuarakan dukungan terhadap penyusunan rencana strategis ini guna memperkuat daya saing ekonomi wilayah tersebut.
"Saat Hong Kong berada pada momen krusial transformasi dan inovasi, kota ini harus mengkonsolidasikan kekuatan tradisionalnya di bidang keuangan sambil mempercepat pertumbuhan berbasis inovasi untuk menangkap peluang dari pembukaan diri tingkat tinggi negara serta meningkatkan daya saing jangka panjang," kata Edward Au, Managing Partner Deloitte China Region Selatan.
Edward Au menambahkan bahwa Hong Kong dapat memperluas integrasi kantor pengelola kekayaan keluarga (family office) dan memperkuat kolaborasi dengan negara-negara ASEAN untuk mempertahankan posisinya sebagai penghubung utama pasar keuangan Asia.