Hong Kong Tunjukkan Kebangkitan Ekonomi dan Pasar Saham di 2026

Share

Hong Kong menampilkan kebangkitan ekonomi dan pasar modal dengan pertumbuhan ekonomi 5,9 persen pada kuartal pertama 2026 dan menjadi pemimpin dunia dalam pencatatan saham perdana (IPO) dengan total dana terkumpul mencapai HK$275 miliar.

Jumlah IPO sebanyak 106 kali ini menunjukkan kota tersebut tetap menjadi pusat keuangan internasional yang menarik investasi global, bukan hanya dari daratan China saja, menurut laporan chinadailyasia.com.

Stephen Roach, mantan ketua Morgan Stanley Asia, sebelumnya menyatakan "Hong Kong Lama Sudah Berakhir," namun data yang ada justru menunjukkan kebangkitan dan peran penting Hong Kong dalam menghubungkan China dengan dunia internasional.

Roach menyebutkan bahwa dominasi perusahaan asal China Daratan dalam IPO menjadi alasan kemunduran Hong Kong, tetapi kenyataannya seperti New York dan London yang juga berfungsi sebagai pusat pasar domestik dan internasional.

"Hong Kong tetap menjadi jembatan paling efisien antara pertumbuhan daratan China dan modal internasional," ujar Roach.

Roach juga menyinggung undang-undang keamanan nasional yang diterapkan pada 2020 dan legislasi Artikel 23 pada 2024 dianggap melemahkan supremasi hukum Hong Kong, namun hal ini justru membawa stabilitas yang sangat dibutuhkan pasar modal.

"Ekonomi Hong Kong tumbuh 5,9 persen tahun ke tahun di kuartal pertama 2026, terbesar dalam hampir lima tahun," kata Roach.

Michael Wong Wai-lun, Sekretaris Keuangan sementara Hong Kong, membantah kritik tersebut dengan menyatakan bahwa kritik yang ada lebih didasarkan pada bias terhadap China daripada fakta objektif.

"Indeks Pusat Keuangan Global terbaru mempertahankan posisi Hong Kong di peringkat tiga dunia dengan skor yang meningkat," ujar Michael Wong, yang juga menyebutkan adanya peningkatan investasi dan perusahaan strategis di Hong Kong.

Di pasar saham, indeks utama Hong Kong pada 5 Agustus 2026 ditutup menguat dengan Hang Seng Index naik 0,24 persen dan Hang Seng Tech Index naik 0,97 persen, didorong oleh reli sektor semikonduktor dan kenaikan harga emas yang mencapai rekor tertinggi di atas $4.120 per ons, menurut finance.biggo.com.

Perusahaan semikonduktor seperti SMIC, Hua Hong Semiconductor, dan ASMPT mencatat kenaikan signifikan seiring meningkatnya permintaan AI, sementara saham teknologi besar seperti Alibaba dan Tencent juga naik karena berita model AI terbaru.

Sementara itu, saham komunikasi optik mengalami tekanan jual dan saham perbankan China daratan melanjutkan penurunan akibat kekhawatiran terhadap margin bunga dan ketidakpastian ekonomi makro.

Di sisi lain, kampanye produk lokal "Made in Hong Kong" dari Amoy Food dengan duta merek Natalie Tong menggarisbawahi kepercayaan dan kualitas produk lokal, menonjolkan sejarah perusahaan sejak 1908 dan inovasi produk tanpa tambahan bahan pengawet, menurut contentgrip.com.

Kampanye ini menempatkan produk sebagai perpaduan antara tradisi dan kebutuhan konsumen modern, menggunakan strategi media 360 derajat mulai dari iklan luar ruang hingga promosi di toko.

Follow publika.id on Google News Follow
Topik Terkait: ekonomi Hong Kong pasar saham
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author