Pemerintah Percepat Pembangunan Bandara Bali Utara di Kubutambahan
Pemerintah mempercepat rencana realisasi Pembangunan Bandara Bali Utara di Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Bali, guna melayani penerbangan internasional jarak jauh menggunakan pesawat berbadan lebar. Komitmen percepatan ini ditegaskan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto pada 14 Juli 2026, sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Proyek strategis tersebut masuk dalam Proyek Prioritas Nasional RPJMN 2025-2029 sesuai Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Pembangunan bandara ini dirancang khusus untuk memfasilitasi operasional pesawat besar seperti Boeing 777 hingga Airbus A380. Komisaris Utama PT Pembangunan Bali Mandiri (PEMBARI) Baringin Panggabean bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menghadiri pembahasan tersebut di Kediaman Presiden, Hambalang, Jawa Barat. Presiden Prabowo menekankan kesiapan infrastruktur, khususnya kemampuan landasan pacu dan fasilitas pendukung penerbangan internasional.
Pemerintah menargetkan konstruksi dapat rampung dalam jangka waktu sekitar tiga tahun. Pembangunan Bandara Bali Baru menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) guna memanfaatkan investasi swasta tanpa membebani APBN.
Sistem kebandarudaraan di Bali Utara akan membagi fungsi dua fasilitas penerbangan berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2023. Bandara Bali Utara di Kubutambahan difokuskan sebagai bandara komersial umum, sedangkan Lapangan Terbang Letkol Wisnu dialokasikan khusus untuk pesawat ringan serta jet pribadi. Kawasan sekitar Lapangan Terbang Letkol Wisnu tidak memungkinkan dikembangkan menjadi bandara internasional berkapasitas besar. Kondisi geografisnya dikelilingi pemukiman padat, perbukitan, laut, kawasan mangrove, serta keberadaan pura-pura sakral di puncak bukit.
Instruksi percepatan proyek infrastruktur strategis nasional ini juga kembali ditegaskan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026. Penataan dua fasilitas penerbangan ini diharapkan mampu mendorong pemerataan ekonomi dan pariwisata di wilayah Bali Utara, Barat, hingga Timur.