ITB Kembangkan Teknologi Pendeteksi Kelelahan Masinis Kereta Api

Share

Inovasi untuk menekan risiko kecelakaan kereta api tengah dikembangkan oleh tim peneliti dari Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (FTI ITB). Sistem yang dirancang fokus pada pemantauan kondisi fisik pengemudi kereta secara langsung di dalam kabin.

Riset yang dipimpin Prof Hardianto Iridiastadi ini mengusung judul Perancangan Teknologi Deteksi Kelelahan (TDK) Masinis Berbasis Indikator Okular dan Ekspresi Wajah Menggunakan Kamera Video, dilansir dari Detikcom.

Pengembangan perangkat lokal ini dipicu oleh tingginya harga sistem deteksi impor yang mencapai miliaran rupiah. Selain itu, produk asing umumnya menerapkan kepemilikan data pada vendor serta kurang sesuai dengan kondisi operasional di lapangan.

Lingkungan kabin lokomotif kerap diwarnai suara bising, suhu panas, debu, dan tempat duduk yang belum ergonomis. Kondisi ini berpotensi memicu timbulnya micro-sleep atau tertidur singkat lebih dari satu detik saat petugas bertugas.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Prof Hardianto dan tim merancang perangkat yang lebih ramah anggaran serta disesuaikan dengan kebutuhan PT KAI.

Sistem ini mengumpulkan data melalui kamera video yang dipasang di dalam kabin lokomotif untuk merekam wajah pengemudi. Algoritma mandiri buatan FTI ITB kemudian menganalisis sekitar 60 titik di wajah secara mendalam.

Pengukuran yang dilakukan mencakup eye aspect ratio, durasi mata terbuka maupun tertutup, hingga tingkat kerapatan kedipan mata secara presisi.

Melalui pemrosesan tersebut, perubahan kecil pada mimik muka akibat rasa lelah yang sulit terlihat oleh mata telanjang dapat langsung terdeteksi oleh sistem.

Tim ITB juga melengkapi riset ini dengan perangkat Psychomotor Vigilance Task (PVT) secara terpisah. Alat ini berfungsi mengukur kecepatan respon kognitif petugas dalam hitungan milidetik guna menentukan tingkat kebugaran atau kelelahan ekstrem.

Tantangan Pengembangan dan Target Prototipe

Proses hilirisasi inovasi ini masih menemui sejumlah kendala teknis dan manajerial. Berdasarkan informasi dari Direktorat Riset dan Inovasi ITB, hambatan utama terletak pada pengembangan perangkat lunak antarmuka dari pihak ketiga serta masalah pendanaan riset yang terfragmentasi.

Meskipun menghadapi kendala, tim peneliti terus melakukan penyempurnaan pada sistem yang dibangun.

Inovasi ini ditargetkan berkembang menjadi prototipe utuh yang menggabungkan kamera, komputer mini, serta mekanisme peringatan dini. Perangkat tersebut dirancang untuk mengirimi data secara langsung ke pusat kontrol sehingga pemetaan profil kelelahan petugas dapat dipantau secara harian, mingguan, maupun tahunan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author