Polsek Serpong Bantah Isu Begal Taksionline di Rawa Buntu

Share

Aksi dugaan pembegalan terhadap pengemudi taksi online di Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan pada Rabu (5/8/2026) malam yang viral di media sosial dipastikan merupakan kabar tidak benar. Kepolisian Sektor Serpong mengonfirmasi bahwa insiden tersebut murni perselisihan akibat penumpang yang enggan membayar ongkos perjalanan.

Klarifikasi mengenai video keramaian warga yang mengepung sebuah mobil silver tersebut disampaikan langsung oleh otoritas kepolisian setempat setelah meminta keterangan para pihak terkait.

"Bukan begal. Jadi pengancaman saja antara sopir sama penumpangnya," kata Kapolsek Serpong Kompol Suhardono saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp, Kamis (6/8/2026).

Suhardono membeberkan bahwa aksi penyerangan fisik terjadi secara mendadak saat pengemudi meminta haknya atas bayaran jasa angkutan yang telah diselesaikan.

"Korban mengancam untuk tidak membayar ongkos ketika diminta dan langsung menyekap korban dari belakang," ujar Suhardono.

Pihak kepolisian juga membantah klaim narasi di media sosial yang menyebut pengemudi mengalami luka parah akibat sabetan atau jeratan tali di lehernya.

"Luka jerat tidak ada. Pakai tangan, disekap dari belakang," jelas Suhardono.

Petugas kepolisian dari Polsek Serpong bergerak cepat ke lokasi kejadian usai menerima laporan warga untuk mengamankan pelaku dari amukan massa.

"Pelaku sudah diamankan sama anggota dan untuk lukanya juga tidak banyak," tambah Suhardono.

Sebelumnya, rekaman video yang diunggah akun Instagram @abouttng memperlihatkan kerumunan warga mengelilingi kendaraan taksi online di Rawa Buntu. Dalam video tersebut, dua personel polisi terlihat mengevakuasi seorang pria dari dalam mobil di tengah narasi pembegalan yang beredar luas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author