BGN Mencopot Kepala SPPG Jayapura Buntut Kasus Keracunan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jayapura, Papua, Kamis (6/8/2026). Langkah tegas ini diambil menyusul insiden keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, seperti dilansir dari Detikcom.
Pencopotan jabatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penanganan cepat terhadap kelalaian operasional. Pihak BGN menegaskan bahwa tindakan tegas langsung diberlakukan setelah insiden terjadi.
"Ini fatal. Sudah langsung kami suspend, kami copot kepala SPPG-nya," kata Sudaryono, Kepala BGN.
Selain penindakan personel, BGN telah menerjunkan tim khusus ke Jayapura guna melakukan investigasi mendalam. Tim tersebut bertugas memvalidasi penyebab pasti yang mengakibatkan ratusan siswa mengalami keracunan seusai mengonsumsi hidangan program MBG.
"Sejauh ini investigasi sementara mereka masaknya kecepetan ya. Ini kita berpacu melawan waktu bagaimana caranya, intinya memastikan tidak boleh ada keracunan lagi. Tidak boleh lagi," jelas Sudaryono, Kepala BGN.
Hasil temuan awal menunjukkan proses pengolahan makanan dilakukan terlalu awal pada malam hari sebelum pembagian. Jeda waktu yang terlalu lama menyebabkan kualitas sajian rusak saat tiba di tangan para siswa.
"Mereka memulai masaknya itu kecepetan. Jam 07.00 malam di hari sebelumnya sudah mulai masak, diberikan di jam 11.00. Jadi masaknya kecepetan, kemudian sudah dibawa itu sudah dalam kondisi rusak," kata Sudaryono, Kepala BGN.
Faktor lain yang memperburuk keadaan adalah kebiasaan beberapa siswa yang tidak langsung menghabiskan jatah makanan di sekolah. Makanan tersebut disimpan hingga sore hari sebelum akhirnya dikonsumsi dalam kondisi yang sudah basi.
"Kami validasi lagi adalah ada anak yang membawa pulang MBG-nya. Nah jadi dia harusnya kan disantap misalnya jam 11.00 itu harus dimakan, dia dibawa pulang dimakan jam 03.00, jam 04.00 (sore), jadi sudah rusak," ucap Sudaryono, Kepala BGN.