SpaceX Rencanakan Pembangunan Pabrik Satelit Robotik di Bulan

Share

Perusahaan antariksa SpaceX mengungkapkan rencana ambisius untuk mendirikan pabrik satelit berbasis robot di Bulan. Dilansir dari Detik iNET pada Kamis (6/8/2026), gagasan tersebut disampaikan langsung oleh Elon Musk dalam pertemuan bersama para investor.

Musk menyebutkan bahwa pengoperasian fasilitas tersebut akan dikombinasikan dengan pemanfaatan radiasi dan energi surya di permukaan Bulan. Langkah ini dinilai dapat memicu lonjakan kapasitas ekonomi luar angkasa hingga ribuan kali lipat dibanding Bumi.

"Tetapi hal itu akan benar-benar terjadi," klaim Musk kepada investor yang hadir.

Meskipun gagasan ini terdengar futuristik, akademisi mendukung efisiensi ekonominya. Profesor ilmu konstruksi Texas A&M University, Patrick Suermann, menjelaskan bahwa gravitas Bulan yang rendah menghemat penggunaan bahan bakar untuk peluncuran satelit ke orbit.

"Menurut saya itu langkah yang bijak karena bagian paling mahal dari sebuah peluncuran adalah bahan bakar untuk membawa muatan keluar dari atmosfer kita," ujar Suermann.

Suermann menggarisbawahi pentingnya pencapaian efisiensi produksi manufaktur tinggi di lokasi peluncuran berbiaya rendah.

"Jika Anda bisa mencapai tingkat produktivitas seperti yang mereka miliki di 'gigafactory' atau pabrik Starbase mereka, namun kemudian mampu memangkas sebagian besar biaya peluncuran objek ke orbit cislunar, kembali ke orbit rendah Bumi, atau bahkan ke Mars, saya rasa itulah faktor pendorong utamanya," imbuhnya.

Pengembangan infrastruktur baru ini berjalan di tengah besarnya beban finansial perusahaan. SpaceX mencatat kerugian operasional sebesar USD 143 juta pada kuartal ini, yang dipicu oleh kerugian USD 542 juta di sektor antariksa dan USD 1,257 miliar pada pengembangan kecerdasan buatan (AI).

Musk meyakini investasi besar pada infrastruktur AI akan memberikan keunggulan kompetitif jangka panjang bagi pusat data perusahaan melalui adopsi teknologi roket.

"Jika Anda menerapkan sebagian kecil keahlian rekayasa yang digunakan untuk meluncurkan roket raksasa ke orbit secara rutin dan andal pada pusat data di Bumi, hal itu — terus terang — ibarat tim New York Yankees yang turun bertanding melawan tim bisbol anak-anak (Little League)," ucap Musk.

Kerugian finansial tersebut berhasil diringankan oleh pendapatan dari layanan internet satelit Starlink. Di sisi operasional, SpaceX tengah bersiap menggelar uji terbang ke-14 untuk roket Starship yang dijadwalkan pada akhir Agustus.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author