Wamendagri Ribka Haluk Cek Kasus Keracunan Program MBG di Papua
Langkah cepat diambil oleh pemerintah pusat dalam merespons dugaan kasus keracunan massal yang menimpa ratusan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua, seperti dilansir dari Detikcom. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendatangi lokasi secara langsung guna memantau penanganan para korban agar berjalan komprehensif, tepat, dan cepat. Kedatangan Wamendagri turut didampingi oleh Trenggono selaku Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka peninjauan sekaligus evaluasi menyeluruh atas insiden operasional program tersebut.
Setibanya di lokasi, penanganan terpadu dirumuskan melalui rapat koordinasi bersama unsur TNI-Polri, Kementerian Kesehatan, Pemprov Papua, Pemkab Jayapura, serta instansi terkait.
Dalam kesempatan itu, Kemitraan antara pusat dan daerah ditegaskan kembali oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mengambil peran sebagai fasilitator antar-instansi. "Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis Presiden yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan pelaku usaha lokal. Karena itu, pelaksanaannya harus memenuhi standar keamanan pangan yang tinggi," kata Ribka pada Kamis (6/8/2026).
Aspek pengawasan, pembinaan, hingga perencanaan dinilai memerlukan keterlibatan aktif dari Pemerintah Daerah (Pemda) demi menjaga standar keamanan pelaksanaan program. Usai menghadiri rapat koordinasi, rombongan bertolak menuju Puskesmas Depapre untuk memantau kondisi warga yang masih menjalani perawatan medis.
Dialog bersama tenaga medis setempat dilakukan guna memastikan pelayanan kesehatan bagi seluruh pasien berjalan secara optimal. "Keselamatan dan kesehatan para korban adalah prioritas utama. Pemerintah harus memastikan seluruh pasien memperoleh pelayanan kesehatan terbaik hingga benar-benar pulih.
Kita ingin memastikan seluruh penanganan berjalan maksimal," ujar Ribka. Pemantauan berlanjut ke Posko Penanganan Korban di Kantor Distrik Depapre yang menjadi tempat perawatan serta observasi sejumlah pasien lain.
Di posko tersebut, interaksi langsung dilakukan dengan para pasien beserta keluarga sembari mendengarkan laporan perkembangan kesehatan dari petugas di lapangan.